Seorang pemuda bercerita, bahwa ia menjaga relasi dengan pacarnya melalui LDR (long distance relationship). Rumah pacarnya dekat dengan Gereja, sehingga ia sering berbagi foto-foto kegiatan doa Rosario, pelayanan di Gereja dan perayaan Misa. Berbeda dari pemuda yang tinggal di pelosok dan jauh sekali dari Gereja. Kunjungan Pastor Paroki di kampung itu nyaris tidak terjadi. Kehidupan rohani umat di situ kering.
Setiap kali mendapat foto-foto kegiatan rohani dari pacarnya, ia mengangkat salib Tuhan Yesus dan merapatkan ke tubuhnya atau memeluknya. Ia sering juga menggenggam erat Rosario dan mengecupnya. Ia menjadikan salib Tuhan Yesus sebagai tanda relasi dan perasaan dekat sekali dengan Tuhan. Bagi dia ini adalah ungkapan memeluk kemuliaan Tuhan.
Jika kita memeluk salib, kita memeluk kemuliaan Tuhan. Santo Paulus mengalami, betapa penderitaan salib jadi makanannya tiap hari. Roh Kudus menolong dia dan kita semua untuk dapat memeluk dan menanggung salib di dalam hidup ini. Ada orang yang siap untuk itu seperti Santo Paulus, tapi ada banyak yang tidak siap.
Tuhan Yesus mendoakan mereka yang tidak siap dengan salibnya, agar mereka tidak usah khawatir atau takut. Ia selalu menolong mereka untuk memanggul salibnya.
Doa Yesus direalisasikan melalui Roh Kudus yang menolong kita memikul salib masing-masing. Roh Kudus membantu kita untuk menyukai salib, memeluknya, dan memikulnya. Kita harus memeluk dahulu sebelum memikulnya. Itu berarti kita mau dan menyanggupinya. Kalau memeluk sesuatu atau seseorang, berarti kita menyayanginya, dan kita berhati-hati supaya ia tidak jatuh. Kita sayang akan salib yang kita pikul dan tetap menjaganya supaya tidak jatuh atau berpindah ke orang lain.
Salib merupakan kemenangan dan kemuliaan kita. Melalui salib terjadi penaklukan terhadap dosa dan tercapai keselamatan sebagai kebenaran bagi kita. Memeluk kemuliaan Tuhan berarti apa?
- Pertama, Yesus menyatakan kemuliaan itu kepada kita, khususnya saat Ia mendoakan kita.
- Kedua, Yesus mempersembahkan kelimpahan hidup tanpa batas dan ini menggambarkan sebuah kemuliaan Tuhan, dan bermakna berlimpah-limpah kemurahan dan kebaikan-Nya.
- Ketiga, dengan demikian kita mengenal Tuhan secara pribadi. Seseorang dapat dikenal secara pribadi dan mendalam melalui penderitaan hidupnya. Kita mengenal Tuhan Yesus secara pribadi dan mendalam melalui penderitaan dan salib-Nya.
- Keempat, kita juga mengalami kemuliaan Tuhan melalui pelayanan kepada orang-orang yang menderita. Salib menandakan Yesus Kristus bersatu dengan manusia yang berdosa dan menderita. Jadi kita memeluk kemuliaan Tuhan pada dasarnya ialah kita mengalami Tuhan dengan sangat nyata di dalam hidup kita.
“Ya, Tuhan yang Maha Baik, bantulah kami untuk selalu mengutamakan kemuliaan-Mu di dalam semua usaha dan tugas kami. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

