“Di mana ada cinta, di sana ada kehidupan.” -Mahatma Gandhi
Mari merenungkan arti hidup dari kisah nyata perang Vietnam, September 1965.
Saat bom menghancurkan segalanya, seorang Ibu menerjang sungai berarus deras demi menyelamatkan empat anaknya. Kedua tangannya terkunci mendekap buah hatinya, sementara mulutnya menggigit kuat ujung bajunya sendiri menahan sakit dan sisa tenaga terakhir. Satu anak di dada, dua di punggung, dan satu diseret menembus air setinggi dada.
Ibu ini tidak sedang menyelamatkan diri. Ia sedang menyerahkan hidupnya agar anak-anaknya bisa melihat hari esok.
Arti hidup sejati itu bukan pada apa yang kita raih untuk diri sendiri, melainkan pada seberapa besar kita mampu berkorban untuk menghidupkan orang lain. Di tengah dunia yang lelah, cinta yang tulus adalah kekuatan terbesar yang tidak akan pernah kalah.
Mari jadi berkat bagi sesama hari ini.
Jlitheng

