1.
Ribuan kampung tersebar di Tanah Air ini
ingatkan aku pada tanah lahirku sendiri
Maka…
Debar jantung menuntunku kembali
untuk menelusuri tanah tumpah darahku
Desah nafas menemani aku pulang
menelisik puing jejak di kampung
2.
Berjalan pulang ternyata tak mudah
bukan soal jarak waktu dan biaya
bukan juga karena tak ada sarana
Namun…
kembali membaca buku memori
yang mencatat jejak sejarah pribadi
Tentang fakta pengalaman suka duka
yang belum tentu teringat semuanya
3.
Sosok orangtua terpatri di pusara
Sanak saudara terpencar jaraknya
dengan aneka suka duka pribadinya
Banyak keluarga dan penjara telah tiada
Wajah kampung halaman telah banyak berubah
Generasi pewaris hadir berbeda cerita
Memori kemarin hanya puing dan remah
dalam roda energi perubahan fakta
4.
Pada mulanya adalah kampung
bahkan sebelumnya hutan rimba dan padang
Roda waktu menjelma berputar
Kita manusia tak bisa menahan lajunya umur
Wajah ruang kampung disulap gemerlap zaman
dipacu keputusan dan kebutuhan
Tanah lahir tinggal serpihan kenangan
Tumpah darah telah jadi remah perubahan
5.
Pada mulanya kampung tercinta
dengan aneka kenangan suka duka
Mungkin tak bedanya dengan perubahan usia diri kita
Lagu perubahan adalah syair dan irama abadi
karena mengantar langkah sampai hari ini
untuk berada dan terus menjadi
Maka sejatinya tanah tumpah darah
adalah serpihan puing memori dan
energi meraih hari ini
Entah bisa berarti hingga esok dan saat ajal nanti

