Kata Yesus kepada mereka: “Akulah Roti Hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi” (Yoh 6: 35).
Dalam konseling, sering kali dijumpai orang yang hidupnya merasa kosong dan hampa, meskipun hidupnya penuh dengan berbagai macam aktivitas dan memperoleh kesuksesan. Dalam psikologi humanistik, kekosongan ini disebut ‘existential vacuum’, yakni kehampaan batin yang muncul, karena kehilangan makna.
Dalam Injil, Yesus mengingatkan, bahwa hanya Dialah yang dapat mengisi kekosongan terdalam manusia.
Orang banyak mencari Yesus, karena roti yang mengenyangkan tubuh, bukan karena ingin mengenal Dia sebagai sumber kehidupan sejati. Sama seperti dalam konseling, ketika seseorang hanya mencari solusi cepat tanpa menyentuh akar persoalan, ia tidak akan mengalami penyembuhan sejati. Yesus, Roti Hidup, menawarkan pemulihan yang menyentuh seluruh hidup: memberikan makna, arah, dan kekuatan bagi perjalanan batin kita. Semoga setiap kali kita menyambut-Nya dalam Ekaristi, kita disembuhkan dari kehampaan batin dan dipenuhi oleh kasih yang memberi hidup.
Sr. M. Janetta, P. Karm
Selasa, 21 April 2026
Kis 7: 51 – 8: 1 Mzm 31: 3-4.6-8.17.21 Yoh 6: 30-35
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

