Hujan panas silih berganti dengan kisah cerita aneka warna
Dunia ini memang panggung sandiwara
termasuk di negeri Indonesia yang kaya raya
Laksana bocah-bocah bermain perahu kertas
Pasrahkan keyakinan pada saudara sebangsa
ternyata jadi koruptor dan pengkhianat
Dalam samudra zaman bergelora
Kami anak-anak negeri jadi mainan
Doa dan rindu damba jiwa raga bangsa
diselipkan dalam perahu-perahu kertas
dengan nama pembangunan nasional
demi kesejahteraan dan keadilan seluruh bangsa
Lalu dilepas di lautan kerakusan dan tipu muslihat
Ombak gelombang kata dan sumpah palsu
terus permainkan nasib rakyat seperti pasir pantai
Arus korupsi terus bergelora
porak porandakan perahu-perahu kertas
Harkat martabat hancur lebur
dalam aneka sandiwara kata dan angka
Seperti wajah negeri hari ini
Dalam perahu-perahu kertas
Nasib bangsa sirna tenggelam di samudra
Kekayaan alam terus dikuras dirampok
Cita-cita proklamasi terbawa angin
oleh sosok pengkhianat bangsa dan laskar maling
Entah ke mana dan sampai kapan
Dalam perahu-perahu kertas
segala suara rakyat pasti dihancurkan air
semua lara derita bangsa pasti ditelan ombak gelombang
Berbagai prinsip nilai dan aturan cuma permainan
yang tak mungkin hentikan ombak samudra
Entah…
akankah datang pertolongan Sang Ilahi
menghadirkan Sang Ratu Adil yang sakti

