Kita diundang Tuhan untuk merenungkan tentang panggilan dan berani berbagi iman. Dalam Kitab Keluaran, kita mendengar Allah memanggil Musa untuk menyampaikan perjanjian-Nya kepada bangsa Israel.
Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma menjelaskan tentang kondisi manusia yang lemah dan terbelenggu dosa. Manusia membutuhkan pertolongan Tuhan. Manusia dapat terbebas dari dosa melalui kasih dan pengampunan-Nya.
Dalam Injil, kita mendengar, Yesus tergerak hati-Nya, ketika melihat banyak orang dalam kesengsaraan. Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk menyebarkan kabar baik dan mengobati orang sakit. Panggilan itu selalu berawal dari Tuhan. Inisiatif selalu datang dari Tuhan untuk melibatkan para murid dalam tugas keselamatan. Para murid adalah orang-orang yang disebut namanya itu mencerminkan adanya relasi keakraban dengan Tuhan.
Kita juga dipanggil untuk mengasihi sesama, seperti yang ditunjukkan oleh Yesus. Kita dapat melakukan ini melalui tindakan nyata, kata-kata yang menyembuhkan dan sikap yang penuh belas kasih. Pengampunan adalah inti dari kasih Tuhan. Kita harus belajar untuk mengampuni sesama. Kita memiliki tanggung jawab untuk berbagi iman dengan orang lain. Hal ini bisa dilakukan melalui kesaksian, ajaran, dan tindakan yang menunjukkan kasih dan belas kasih.
“Ya, Bapa, Engkau mengutus Putra-Mu ke dunia, karena kasih-Mu yang besar kepada kami. Bukalah hati kami untuk mengasihi dan mengampuni sesama. Amin.”
Ziarah Batin

