1.
Debu jalanan melihat dan mencatat
Ada sampah berserakan dari tangan manusia
Ada deru bising kendaraan kepentingan bergema siang malam
Ada pejabat sibuk menjalankan tugas
Ada politisi aktif memikirkan rakyat
Ada pengusaha bergiat menjalankan bisnis
Ada akademisi terus belajar dan mengajar ilmu
Dan…
Para buruh dikejar aturan demi sesuap nasi
Para pedagang kecil berpeluh keringat meraih recehan
Ada penganggur, pencopet dan penjambret karena keterpaksaan nasib
Ada para gelandangan dan pengemis galau
Seperti sampah, tikus dan kucing liar
kadang di trotoar dan emperan
Sering tak tentu di mana tinggal
Entah siapa yang memberi makan minum?
2.
Debu jalanan metropolitan bercerita
Tentang got bau tengik aneka kesombongan
Tentang hitam pekat kotoran kebodohan yang menyumbat selokan
Tentang bedanya kesibukan di pasar rakyat dan swalayan
Tentang gedung megah menjulang dan rumah kumuh di pinggir rel atau bantaran sungai
Tentang koneksi, nepotisme, kolusi dan korupsi
Tentang perubahan kota dan metropolitan yang misterius siang malam
Dan…
Kucing-kucing metropolitan takut dengan tikus-tikus berdasi
Orang kaya memelihara kucing pilihan karena hobi dan gengsi
Kucing-kucing liar gelandangan di kota
Biasa mencari makan di tempat sampah
atau diberi makan oleh tangan orang-orang sahaja
Entah mengapa dan nanti dapat apa?
3.
Debu jalanan kota memotret
Para pencinta kucing liar beraksi
Ada lelaki, perempuan, tua dan muda
Entah karena punya uang lebih
Entah karena memang iba dan peduli binatang
Entah karena memang penyayang kucing
Entah ada alasan pribadi lainnya
Nyatanya…
mereka rajin membeli makanan khusus
dan setiap hari peduli memberi makan kucing liar
di tempat yang biasa mereka lewati saat pergi pulang bekerja
Atau di trotoar dan taman kota yang terjangkau
Tak tahu alasan mengapa dan nanti mendapat apa?
4.
Ketika biasa rehat di bangku trotoar
Mataku terpana saksikan debu jalanan
yang memotret hiruk pikuk kehidupan
yang mencatat dinamika metropolitan
yang berbagi informasi apa adanya
Bahwa…
seperti itulah wajah kota dan metropliitan berjibaku dengan waktu
Bahwa manusia mengejar kebutuhan dan diubah energi zaman
Bahwa binatang pun menjelma dari hutan ke kota dan metropolitan
Termasuk hadirnya kucing-kucing liar
meskipun kebanyakan takut pada tikus-tikus berdasi
Mungkin karena galak dan berkaca mata hitam
Mungkin karena gemuk dan makmur karena mempunyai kuasa, harta dan senjata
Debu jalanan tetap bersahabat dengan realita

