Oleh: Fr. M Christoforus, BHK
“Kesopanan adalah jalan dua arah:
penghornatan antar generasi sehingga tidak terjadi ketimpangan.”
(Anonim)
Sebuah Kata Sederhana
Di saat seorang Pemuda duduk di kursi depan sebuah bis, masuklah seorang Pria tua. Pria tua itu memandang ke sekitar untuk mencari tempat duduk yang kosong.
Pemuda itu bangun, lalu memberikan tempat duduknya kepada Pria tua itu.
Setelah beberapa saat, ia bertanya kepada Pria tua itu, “Maaf, baru saja Bapak berkata apa?”
“Saya, tidak berkata apa-apa!”
Mendengar jawaban itu, Pemuda itu tersenyum sambil berkata, “Oh, saya kira, tadi saya mendengar Bapak mengatakan ‘terima kasih’.”
(Anonim)
Segelas Susu
Kumpulan Cerita Bijak
Vitalnya Etika, Harga diri, dan Seni Menegur tanpa Menyakiti!
- 1. Sudut Pandang Etika dan Budi Pekerti
- Ternyata sikap Pemuda itu sangat positif, sebuah tindakan mulia (virtue). Memberikan tempat duduk kepada orang yang lebih tua adalah suatu bentuk penghormatan universal dan kepedulian sosial. Dalam konteks ini, ia tidak menuntut balasan, tapi memiliki nilai kemanusiaan.
- Sikap Pria tua itu negatif alias tidak sopan. Karena ucapan ‘terima kasih’ itu adalah dasar sopan santun umum.
- 2. Kecerdasan Emosi dan Sosial Pemuda
- Reaksi Pemuda itu sangat brilian. Alih-alih marah, atau ngomel, tapi ia memiliki pendekatan yang halus, tapi efektif.
- Tidak bersikap konfrontatif, semisal “Hei, kenapa Bapak tidak berterima kasih?”
- Menggunakan humor / Ironi halus: “Tadi Bapak katakan, apa?” Ia mampu menciptakan situasi di mana Pria tua itu harus mengakui, bahwa ia tidak mengatakan apa-apa.
- Menjaga harga diri sendiri: Pemuda itu mengingatkan dirinya sendiri dan Pria tua itu, bahwa tindakannya itu layak untuk dihargai.
- 3. Psikologi di Balik Tindakan Pria tua
Mengapa si Pria tua itu tidak Mampu untuk Berterima kasih?
Untuk menjawab hal ini, terdapat beberapa kemungkinan psikologis!
- Entitlement (merasa berhak): sering orangtua merasa, bahwa orang muda wajib untuk menghormati orangtua.
- Keterbatasan kognitif / fisik: hal ini bisa saja terjadi, karena ia lelah, sakit, atau pun lupa.
- Tes karakter: secara filosofis ada yang sengaja tidak berterima kasih melihat kebaikan orang lain.
- 4. Pelajaran Moral (Hikmah)
Beberapa Intisari:
- Suatu tindakan kebaikan hendaklah tulus, tapi sikap penghargaan itu pun sangatlah penting.
- Seni menegur dengan bijak: secara bijak Anda telah bersikap terhadap orang yang tidak tahu sopan santun. Anda telah menggunakan kecerdasan humor untuk menyampaikan sebuah pesan teramat penting.
- Jangan meremehkan generasi muda: hendaklah orangtua tidak meremehkan orang muda. Rasa saling menghargai antara generasi adalah kunci penting harmoni sosial.
- Refleksi diri: hendaklah orang yang telah menerima bantuan, agar selalu mengucapkan kata terima kasih.
Kesimpulan:
“Kesopanan adalah jalan dua arah, yakni penghormatan antar generasi, agar tidak terjadi ketimpangan dalam hidup ini!
“Gratiam Agere est Actus Maxime Humanus.”
“Sikap Berterima kasih adalah Tindakan yang sangat Manusiawi.”
Kediri, 2 Juni 2026

