1.
Padang rumput menulis kisah
Kuda-kuda liar beranak pinak
Berkaca di aliran sungai sambil segarkan raga
Menari di rerumputan hijau seraya bernyanyi
Derap langkah kebebasan mengukir musim
Alam telah mengajari cara berkelana
Lintasi padang, lembah, bukit dan gunung
Tidak harus merusak alam
Tidak perlu membangun istana dan gedung
Tidak berlomba membunuh sesama demi tahta kekuasaan
2.
Sejarah manusia mencatat cerita
Manusia menjinakan kuda-kuda liar
agar bisa jadi kendaraan kerja
agar dipakai berburu dan berkelana
agar ditunggangi merebut kuasa
agar jadi hiburan dan gengsi pemiliknya
Maka…
Kuda-kuda diatur sesuai kepentingan manusia
menjelma hanya sebagai barang berjasa
Dengan tali, kekang dan semua sarana
dalam gelora kuasa yang membara
3.
Ada yang bangga menunggang kuda-kuda koleksinya
karena gagah perkasa menjawab selera
karena nama dan gengsi bisa terpatri
karena harganya membanggakan diri pemilik
karena kandang dan makanannya serba istimewa
Dan
ketika merebut jabatan kuasa
kata dan angka terus berbusa-busa
Tak peduli apa maknanya
Tak digubris apa kebenaran faktanya
Lagunya hanya “asal pemilik kuda senang”
4.
Kuda-kuda kuasa jabatan
sedang dipacu lintasi padang gengsi dan belantara mimpi
Kuda-kuda koruptor tertawa
karena jokinya bisa dibayar
dengan angka, kata, senjata dan kuasa
Kuda-kuda keserakahan berpesta
Aturan hukum dilahap seperti rumput
Harkat martabat manusia diinjak seperti tanah
dan kotorannya terus dibuang seenaknya
Mungkin diyakini semua manusia seperti kuda peliharaannya
Tujuan pribadi halalkan segala cara

