“Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu” (Yoh 14: 27b).
Pada zaman ini, keadaan kita sering kali bertolak belakang dengan sabda Tuhan. Salah satu persoalan yang menonjol adalah kehidupan manusia yang semakin kurang damai. Banyak orang hidup dalam kegelisahan, kekhawatiran, dan tekanan yang tiada henti.
Sesungguhnya, kita semua merindukan kedamaian. Kerinduan itu muncul dari hati yang terdalam, karena Tuhan telah menanamkan dalam jiwa kita. Ketika merindukan damai, pada hakikatnya kita sedang merindukan Tuhan, sebab Dialah sumber kedamaian yang sejati.
Faktanya, sering kali manusia itu mencari kedamaian di luar Tuhan. Mereka mengejarnya melalui kekayaan, kekuasaan, kemewahan, dan kepuasan diri. Tapi semua itu tidak pernah benar-benar menghadirkan ketenangan batin, dan justru semakin menambah kegelisahan dalam hati. Apabila kita sungguh-sungguh mengutamakan Tuhan dalam hidup dan berjalan sesuai dengan ajaran-Nya, kita akan mengalami kehadiran-Nya yang membawa kedamaian. Di dalam Dia, kita memperoleh damai yang sejati, yaitu damai yang tidak tergoncangkan oleh keadaan apa pun.
Sr. M. Jia Lu, P. Karm
Selasa, 05 Mei 2026
Kis 14: 19-28 Mzm 145: 10-13.21; Yoh 14: 27-31
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

