“Say what you mean and mean what you say.” -Rio, Scj.
Yang membuat wanita itu cantik adalah huruf C, kalau tanpa huruf C jadinya antik. Simpan di museum saja. Yang membuat laki-laki itu gagah adalah huruf L, kalau tanpa huruf L itu jadi aki-aki, alias tua dan peyot. Yang bikin bebek goreng itu enak adalah huruf B, kalau nggak ada huruf B jadinya … maaf! Yang membuat bidadari-bidadari itu cakep, ya dada-nya, kalau enggak ada dada-nya jadinya biri-biri.
Tadi malam Bapak-bapak bilang, apa bedanya mempunya istri dan gadget. Kalau gadget makin lama makin turun nilainya. Kalau istri, makin lama makin naik nilainya: baik nilai timbangannya, cerewetnya, maupun nilai belanjanya. Beda lagi kata Ibu-ibu, mempunya suami itu seperti memelihara mobil. Makin lama makin rewel, boros, dan makin sulit dihidupkan.
Kata itu terbentuk dari huruf, dan setiap kata itu mempunyai arti. Susunan kata membentuk kalimat. Dari kalimat-kalimat itu membentuk paragraf, begitu seterusnya. Hidup kita pun sedikit banyak terbentuk dari kata dan kalimat. Ribuan kata yang ke luar dari mulut kita setiap harinya, itulah diri kita.
Meski hidup ini kadang tidak semudah kata-kata, tapi kata itu mempunyai daya dan makna. Apa yang kita katakan itulah yang kita doakan. Kata itu bisa membangun sekaligus menghancurkan. Memotivasi sekaligus bisa pula menyakiti. Berhati-hati dan bijaklah berkata-kata.
“You can do it, you must do it.” Ngomong sih gampang.
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj

