Kisah Adikku kemarin; Ceritanya ia mau berbagi beras pada tetangga. karena memperoleh beras Bulog, berasnya ‘pero’. Eh, ditolak mentah-mentah. Oh, ya, sudah. Itu hak dia.
Jawabku: “Walah, ngenes ya, ceritane? Tapi bener Sampeyan, kebecikan kuwi pancen ora iso dipekso.” Niat baik itu kadang diabaikan atau dicuèkkin.
Niat baik itu seperti benih (beras – ide-pendapat-nasihat); meski jatuh di tanah yang keras dan tak sempat tumbuh, ia tetaplah benih yang berharga di mata Sang Pencipta. Biarlah benih itu jadi rezeki untuk keluarga sendiri, karena keikhlasan Panjenengan sudah sampai ke langit sebelum rezeki itu sampai ke tangan tetangga.
Kebaikan itu memang tidak bisa dipaksakan, dan penerimaan orang lain bukan takarannya ketulusan kita.
Berkah Dalem.
Jlitheng

