Paskah merupakan pengalaman iman kita yang sangat nyata tentang menikmati terang dari Yesus Kristus. Kebangkitan yang jadi tanda kuasa Allah yang Mahabesar itu menghilangkan kematian, demikian juga tandanya berupa terang menghalau gelap, sehingga semangat utama Paskah bagi kita ialah terang Yesus Kristus. Paskah menetapkan perubahan utama bagi kehidupan kita untuk selamanya, yaitu dari gelap ke terang.
Meski kita belum menikmati hidup yang abadi, tapi semangat Paskah yaitu peralihan dari gelap ke terang sudah abadi untuk kita. Sebelum wafat-Nya, Yesus telah berterus terang tentang ketetapan final ini kepada Nikodemus. Ia memperkenalkan diri-Nya sebagai terang yang telah datang ke dalam dunia. Karena Dia adalah terang, dunia yang berada dalam gelap secara rohani mendapatkan terang itu. Ada sebagian orang mendapat terang itu, tapi juga banyak yang tidak rela menerima dan mengakui terang itu. Nikodemus adalah wakil dari banyak orang yang tertarik kepada terang, sehingga mereka mempunyai keinginan untuk mencari tahu dan mendapatkan-Nya.
Pengalaman iman banyak orang membuktikan, bahwa mereka tidak cukup mencari tahu dan memiliki hasrat untuk memiliki terang itu. Keinginan dan kerinduan saja tidak cukup. Yang sangat diperlukan ialah terwujudnya keinginan itu, sehingga orang memilih untuk meninggalkan gelap dan kemudian menerima, mengakui dan percaya kepada terang yang tidak lain adalah Yesus Kristus. Kita semua sebagai umat beriman telah melewati tahap-tahap itu, sehingga kita adalah anak-anak terang. Banyak sekali pengalaman di dunia ini yang menjelaskan bagaimana anak-anak terang itu selalu hidup di dalam semangat Paskah, yaitu beralih dari gelap ke terang.
Cerita dalam Kisah Para Rasul tentang para Rasul yang bebas dari kurungan penjara dan kembali memberitakan Injil di dalam Bait Suci adalah contoh bagi kita, tentang bersikap yang benar dalam semangat Paskah, ketika kita berada dalam ancaman bahaya atau dalam kesulitan. Semangat Paskah ini adalah wajib untuk diikuti oleh setiap orang yang dibangkitkan oleh Kristus. Intinya ialah, ketika kita jatuh, berada di dalam suasana gelap, kesulitan yang mendera, dan dihantam oleh bahaya apa pun, kita harus mampu melihat terang dan akhirnya bangkit untuk melangkah dalam semangat iman.
Semangat Paskah “dari gelap ke terang” itu harus dijiwai dengan seluruh hidup kita. Jika semangat ini sedang hangat di dalam diri Anda, pertahankan itu. Jika semangat itu memudar di dalam diri ini, dapatkan kembali dengan memintanya dari Yesus.
“Ya, Yesus Kristus, semoga kami selalu hidup di dalam terang-Mu yang mulia. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

