“Kesetiaan adalah mahkota dari cinta kasih. Tanpa kesetiaan, cinta kasih itu hanya akan jadi ungkapan manis di bibir. Makin seseorang setia dalam cintanya maka aroma pengorbanan itu akan jadi bukti cinta.”
Tentang cinta, kesetiaan, dan pengorbanan, Yesus berkata, “Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”
Seseorang itu hanya bisa berkorban, ketika ia setia dan memiliki cinta yang tulus kepada mereka yang dikasihinya. Tanpa cinta yang tulus, kesetiaan dan pengorbanan itu tidak bisa terberi sebagai bukti cinta.
Kita diingatkan, bahwa:
- 1) Demi cinta-Nya kepada kita manusia, Tuhan telah setia dan berkorban lewat sengsara dan kematiaan-Nya agar kita percaya dan berbalik kepada-Nya;
- 2) Buktikan ketulusan cinta itu bukan dengan kata-kata, melainkan dengan perbuatan dan pengorbanan kepada mereka yang dicintai;
- 3) Semua orang boleh mengklaim diri sebagai seorang pencinta, tapi hanya mereka yang rela berkorban dan setia mencintai, yang layak disebut pencinta sejati.
Akhirnya, tunjukanlah pengorbanan dan kesetiaanmu maka aku akan mengatakan kepadamu siapakah dirimu di antara para pencinta.
Monsignor Inno Ngutra, Pr

