Di dalam masa Paskah, selain tema tentang Roti Hidup dan Gembala yang baik, ada juga yang sangat menarik ialah tentang pokok Anggur. Tuhan Yesus menjelaskan identitas diri-Nya dengan aneka simbol, dan salah satunya ialah pokok Anggur.
Intinya, Tuhan senantiasa menyatu dengan umat-Nya dan memenuhi setiap orang beriman dengan segala karunia-Nya. Sebagai pribadi dan umat Allah, kita dapat melangsungkan hidup di dunia ini sesuai rencana-Nya. Simbol yang pas untuk mengajarkan hal ini ialah pokok Anggur. Yesus adalah pokok Anggur, kita adalah rantingnya, dan Bapa di Surga sebagai pemilik.
Bahwa di dalam Gereja selalu ada perbedaan pemahaman iman, itu merupakan dinamika hidup ranting-ranting yang sering bergesekkan, karena terpaan angin dan timpaan air hujan. Perbedaan itu tidak mungkin merusak kehidupan, karena pokok Anggur itu hanya satu, yaitu Yesus Kristus. Semua perbedaan pemahaman pasti akan menemukan solusi pada Yesus Kristus.
Ketimbang fokus pada perbedaan, lebih utama ialah perhatian kita kepada buah-buah sebagai hasil kehidupan di dalam Yesus Kristus yang mempersatukan dan memajukan kita bersama. Buah-buah ini sangat berguna bagi hidup iman kita.
- Buah pertama ialah kesucian dan evangelisasi. Kita sebagai pribadi dan umat Allah mengakui, bahwa kesucian adalah cita-cita hidup beriman. Kita ingin melihat, bahwa kesucian dari Tuhan, juga diterima orang lain melalui kegiatan evangelisasi yang kita lakukan.
- Kedua ialah kemauan dan keberanian untuk memangkas bagian ranting, yaitu pola hidup yang kering dan tak berguna untuk dibuang dan dibakar. Hal ini adalah buah koreksi, perbaikan, pertobatan, dan pembaharuan diri.
- Ketiga ialah kesempatan terbuka lebar untuk tumbuh dan jadi pribadi atau komunitas yang baru setelah dilakukan koreksi dan pembaharuan.
- Keempat ialah kita sangat bahagia untuk selalu terhubung dengan Yesus yang pokok Anggur, karena terlepas dari Dia akan sangat berbahaya bagi kita.
- Kelima, jika senantiasa menyatu dengan Yesus, kita bakal berbuah melimpah. Buah-buah itu tidak mungkin berasal dari pohon lain, selain dari Yesus Kristus.
- Keenam, dengan demikian kita mempunyai alasan dasar untuk selalu memuji dan memuliakan Allah dan Bapa kita.
- Ketujuh, martabat kita sebagai putra-putri Bapa merupakan kedudukan sangat istimewa dan terhormat.
- Kedelapan, kita diutus oleh Tuhan untuk pergi dan menghasilkan buah-buah yang berguna.
- Kesembilan, tidak hanya berbuah, tapi kita mesti mampu bertahan dalam segala bentuk kesulitan dan penderitaan.
“Ya, Tuhan, buatlah kami selalu dapat berbuah dalam kasih persaudaraan dan pelayanan kasih pada sesama sebagai cara kami melakukan kehendak-Mu. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

