Pada hari ini kita memperingati Santo Karolus Lwanga dan kawan-kawan, para Martir Uganda yang wafat pada 1886. Mereka jadi Martir pada usia yang relatif sangat muda, karena berani bersaksi tentang iman akan Kristus sekalipun mereka harus mati di tangan Raja Mwanga.
Kita diundang untuk merenungkan pentingnya keberanian dalam bersaksi tentang Kabar Sukacita yang datang dari Tuhan. Injil Markus mengingatkan kita, bahwa hidup kekal diperoleh melalui iman dan kasih, bukan melalui ritual atau hukum.
Surat Rasul Paulus kepada Timotius menggarisbawahi pentingnya kasih karunia Allah dan kekuatan yang diberikan-Nya kepada kita untuk bersaksi. Paulus mengingatkan Timotius tentang kekuatan iman yang dia miliki dan tentang keyakinannya, bahwa Allah akan menjaga dan melindungi dia. Karena itu, kita jangan takut untuk menghadapi tantangan, dan tetap setia dalam iman, karena Allah selalu bersama kita.
Yesus dalam dialog-Nya dengan orang-orang Saduki yang tidak percaya pada kebangkitan menegaskan, bahwa Allah adalah Allah orang hidup, dan kebangkitan adalah janji yang pasti. Pesan ini mengingatkan kita, bahwa hidup kekal bukan hanya tentang hukum atau ritual, melainkan tentang iman kepada Allah dan kasih-Nya. Kita mesti hidup berlandaskan kebenaran iman dan tidak takut untuk bersaksi tentang kasih Allah sebagaimana diteladankan oleh Santo Karolus Lwanga dan kawan-kawannya.
“Tuhan, berikanlah kami kekuatan dan keberanian untuk bersaksi tentang iman kami dan untuk hidup sesuai dengan kebenaran yang telah Engkau ajarkan. Amin.”
Ziarah Batin
(adiutami.com / ziarahbatinkatolik.blogspot.com / Buku Ziarah Batin)

