“Makin dekat dan akrab dengan Allah, kita kian bahagia. Karena Allah adalah sumber kebahagiaan sejati.” -Mas Redjo
Untuk bahagia itu orientasi utama kita adalah menyenangkan hati Allah, tidak yang lain! Karena di luar Allah, kebahagiaan itu semu!
Kita menyenangkan hati Allah, karena kita ini putra-putri-Nya yang taat dan setia pada kehendak-Nya.
Jika kita menurut, hormat, dan bakti pada orangtua itu membahagiakan hati mereka. Teristimewa, jika hal itu diungkapkan sebagai pujian syukur kita kepada Allah yang anugerahi hidup ini.
Orientasi untuk menyenangkan hati Allah adalah dengan menghadirkan kasih-Nya dalam hidup keseharian. Kita fokus tidak ke diri sendiri, tapi prioritas utama dan pertama pada Allah.
Kita menghadirkan wajah kasih Allah melalui pikiran, perkataan, dan perilaku hidup dalam keseharian, karena kita membangun intimasi dengan Allah agar hubungan kita makin dekat dan akrab.
Tidak harus melalui perbuatan yang dahsyat dan hebat serta di tempat ramai agar dilihat dan dipuji orang. Tapi lewat hal-hal yang kecil dan sederhana melalui jalan sepi nan sunyi. Karena kita menjalani semua itu didasari semangat kerendahan hati.
Sejatinya hidup kita yang terberi itu untuk memberi. Kita memberi tidak dari kelebiha atau bilangan angka, tapi dari kekurangan kita yang didasari hati yang tulus ikhlas. Hidup yang memberi itu tidak demi pujian dan pengakuan diri, tapi untuk Allah yang murah hati.
Dengan semangat hidup peduli untuk berempati, berbela rasa, dan berbagi pada sesama ikhlas hati itu sejatinya kita sedang membangun anak tangga menuju Surga.
Tuhan memberkati.
Mas Redjo

