“Datang kepada Allah dengan hati yang terbuka agar kita siap dibentuk oleh sabda-Nya.”
Allah yang Maha Rahim, kami datang kepada-Mu dengan hati yang tulus. Meski sering kali kami pun seperti orang Saduki dalam Injil: Kami datang kepada-Mu dengan pertanyaan, tapi sebenarnya kami sudah mempunyai jawaban sendiri. Kami berdoa, tapi tidak sungguh mendengarkan kehendak-Mu; sebaliknya, kami ingin Engkau mendengar dan menyetujui kehendak kami… Ampunilah kami, ya, Bapa.
Ajar kami untuk datang kepada-Mu dengan hati yang terbuka, siap dibentuk oleh Sabda-Mu dan bukan oleh pendapat kami sendiri.
Terima kasih karena melalui Putra-Mu, Engkau menyatakan, bahwa Engkau adalah Allah orang hidup, bukan Allah orang mati. Ketika dunia berbicara tentang akhir, Engkau berbicara tentang kehidupan yang baru. Kami melihat kubur, Engkau perlihatkan kebangkitan.
Hari ini kami serahkan kepada-Mu segala ketakutan, kekhawatiran, dan ketidakpastian yang ada dalam hidup kami. Teguhkan kami dengan Roh Kudus-Mu, Roh yang memberi kekuatan, kasih, dan kebijaksanaan.
Seperti St. Paulus, bantulah kami semakin mengenal Yesus secara pribadi. Bukan sekadar tahu tentang Dia, tapi sungguh mengenal-Nya sebagai Sahabat, Juru Selamat, dan Tuhan hidup kami.
Melalui teladan St. Charles Lwanga dan para Martir Uganda, berilah kami keberanian untuk tetap setia kepada-Mu dalam segala keadaan. Ketika iman kami diuji dan mengikuti-Mu terasa sulit, mampukan kami untuk tetap memilih Kristus.
Biarlah kami hidup sebagai anak-anak kebangkitan: membawa harapan di tengah keputusasaan,
kasih di tengah kebencian, dan membawa terang Kristus di tengah kegelapan dunia.
Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

