“Peristiwa terindah dalam hidup ini adalah dengan memperlakukan orang lain seperti pada diri sendiri.” -Mas Redjo
Orientasi untuk mengasihi sesama itu adalah dasar dan nafas hidup Kristiani, karena kita murid-murid Tuhan Yesus. Hidup dalam terang-Nya.
Pijakan kita untuk memperlakukan sesama seperti pada diri sendiri itu cara bijak untuk mempresentasikan hukum tabur tuai. Kita diajak untuk berhati-hati dalam menyikapi suatu hal, kejadian, atau peristiwa.
Tujuannya jelas: tidak ada situasi kondisi yang buruk, berat, rumit, dan sulit yang mampu memenjarakan jiwa kita ke dalam penderitaan nan gelap. Ketika kita bersikap tenang, berpikir jernih, dan rendah hati.
Selalu bersikap tenang itu adalah bentuk pengendalian diri agar kita tidak mudah terpancing emosi, isue, atau berita sosmed. Dengan meng-kroscek kita mencari kebenarannya. Yang baik untuk dibagikan, sedang yang buruk itu untuk dibuang dan dihilangkan.
Selalu berpikir jernih itu adalah cara bijak melihat persoalan, kejadian, atau peristiwa itu dengan terang iman agar kita menemukan hikmat Tuhan. Karena rencana dan kehendak-Nya pada kita adalah yang terbaik dan terindah.
Selalu mengedepankan kerendahan hati itu adalah keutamaan hidup Kristiani. Caranya, kita menjauhi perselisihan, konflik, perpecahan, atau permusuhan itu dengan memahami orang lain agar kita jadi pribadi yang sabar, tabah, dan murah hati. Dengan memaafkan dan mendoakan, karena kita mengasihi mereka.
Sejatinya, dengan memperlakukan orang lain seperti pada diri sendiri, kita hidup dalam terang dan kasih Tuhan.
Alleluya!
Mas Redjo

