“Terang telah datang ke dalam dunia, tapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat” (Yoh 3: 19).
Bacaan Injil mengajak kita merenungkan terang sejati, yaitu Tuhan Yesus sendiri. Tapi mungkin masih ada di antara kita yang cenderung menyukai kegelapan, misalnya dengan pergi ke dukun, kecanduan narkotika, melakukan seks bebas, atau minum-minuman keras. Dalam perikop ini, Yesus mengajak kita untuk jadi terang bagi orang-orang di sekitar kita. Sudahkah kita membagikan terang itu bagi sesama?
Jadi terang tidak harus dimulai dari hal besar. Kita dapat memulainya dari lingkungan terdekat: keluarga, sahabat, teman, kerabat, komunitas, atau kelompok kategorial tempat kita berada. Dengan sikap sederhana yang penuh kasih, kita menyalakan terang Kristus dalam kehidupan orang lain. Tidak perlu takut untuk menunjukkan terang itu, karena kita percaya Tuhan Yesus selalu menyertai kita, kapan pun dan di mana pun kita berada.
“Tuhan jadikanlah aku pembawa terang bagi orang lain dan sesama yang kami jumpai di mana pun. Amin.”
Lusia Chika
Rabu, 15 April 2026
Kis 5: 17-26 Mzm 34: 2-9 Yoh 3: 16-21
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

