“Dunia berubah bukan oleh kata-kata besar, tetapi oleh kasih yang rela merendah.”
Allah yang Maharahim, kami datang kepada-Mu dengan hati yang rindu dibentuk seperti Putra-Mu, Yesus. Engkau mengajarkan, bahwa kebesaran sejati itu bukan ditinggikan, melainkan rela merendahkan diri demi mengasihi. Yesus membasuh kaki para murid-Nya, memberi teladan, bahwa kasih sejati selalu mau melayani.
Tuhan, kami mengaku sering masih mencari pujian, dihargai, didahulukan, dan enggan berkorban. Kami ingin dilayani lebih daripada melayani. Ampunilah hati kami yang masih dikuasai ego dan kenyamanan diri.
Ajarlah kami rendah hati, peka terhadap kebutuhan orang lain, menolong tanpa pamrih, dan mengasihi bahkan saat tidak dihargai.
Seperti Paulus yang mewartakan karya keselamatan-Mu, pakailah hidup kami untuk menceritakan kebaikan-Mu. Biarlah keluarga kami merasakan kasih-Mu melalui kesabaran kami. Biarlah tempat kerja kami melihat terang-Mu melalui kejujuran kami. Biarlah lingkungan kami mengenal Yesus melalui pelayanan kecil yang kami lakukan setiap hari.
Bila kami jatuh dalam dosa, kemunafikan, atau kesetiaan yang setengah hati, jangan biarkan kami menjauh dari-Mu. Tarik kami kembali dengan belas kasih-Mu. Ubah kegagalan kami jadi pertobatan yang sungguh.
Kami datang kepada-Mu: Tuhan, ini kami. Utuslah kami jadi pembawa damai, tangan yang menolong, hati yang menghibur, dan jadi saksi, bahwa Yesus hidup.
Sebab hidup yang melayani adalah hidup yang menyerupai Kristus.
Demi Kristus, Tuhan dan Raja kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

