“Bersyukurlah kepada Tuhan, meski kita masih hidup di dunia, tapi diizinkan oleh Tuhan untuk membiasakan lidah ini mengecap Roti Surgawi yang dihidangkan oleh Yesus sendiri di dalam Gereja-Nya. Bila kita sadar, itulah Ekaristi Kudus di mana Roti Surgawi dalam rupa Tubuh dan Darah Kristus yang kita santap.”
Bila kita sadar, bahwa setiap kali mengikuti Misa Kudus, kita sedang diizinkan oleh Tuhan menyantap roti Surgawi, maka pasti di dalam hati ini berkobar semangat untuk meminta seperti orang-orang dalam kisah Injil, “Berilah kami Roti Hidup itu senantiasa”
Kita makin diteguhkan tentang kebenaran Misa Kudus di dalam Gereja Katolik, bahwa:
- 1) Hanya di dalam dan melalui Misa Kudus kita dapat menyantap roti Surgawi, yakni Tubuh dan Darah Kristus;
- 2) Roti dan anggur yang diubah secara ajaib dalam tangan para Imam menjadi Tubuh dan Darah Kristus adalah Roti Surgawi yang dihidangkan oleh Yesus sendiri kepada kita di dalam Gereja-Nya di dunia;
- 3) Kesadaran, bahwa roti dan anggur yang berubah jadi Tubuh dan Darah Kristus akan selalu menarik kita untuk menghadiri Misa Kudus di mana pun itu dirayakan.
Akhirnya bersyukurlah, bahwa selama di dunia lidah kita sudah terbiasa mengecap menu Surgawi, sehingga suatu kelak kita akan sudah terbiasa dengan menu Ilahi ini di Surga.
Monsignor Inno Ngutra, Pr

