1.Pena Cinta – Tinta Kasih Angin berbisik setiap haridalam desah nafas tanpa berhentibahkan sering mencubit kesadaran diri“Ambilah penamu di meja pikiranmudan tulislah kata-katamu” Debu tanah selalu mengajarkantak peduli saat terang atau dalam kegelapanBahkan saat aku ketiduran“Ambilah tinta dalam hati sanubarimuLukislah kalimat atau sosok pribadimu” Aku coba bertanya pada angin‘Apa itu pena di pikiran’Aku terus menagih…
Penulis: Admin
Jejak Kelana Nafas-61
Hidup Benar di Mata Allah
Tetapi Abraham berkata: “Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk” (Luk 16: 25a). Perumpamaan tentang orang kaya dan Lazarus menggambarkan kontras tajam antara kehidupan orang kaya yang hidup dalam kemewahan (yang tidak disebut namanya) dan Lazarus yang miskin dan menderita di dunia. Setelah meninggal, nasib mereka…
Garis Tangan
“Jarak terpendek antara dua titik adalah garis lurus.” -Rio, Scj. Sambil menyeruput kopi, mataku tertuju pada garis tangan. Nyatanya garis tangan kita berbeda-beda bukan? Telapak tangan pun ada yang super halus, ada pula yang kasar dan kapalan. Mau halus atau kasar tetap ada garis tangan. Ada yang halus, ada pula yang kasar. Sekuat apa pun…
Mahkota untuk Sang Guru
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Spiritualitas Guru adalah dasar atau roh yang menyemangati dan menggerakkan Guru dalam menjalankan tugas.”(Paul Suparno, SJ) Spiritualitas Guru Sejati “Guru adalah salah satu unsur penting dalam pendidikan. Seorang Guru yang memiliki spiritualitas tinggi akan melakukan tugasnya dengan penuh kreativitas dan rasa tanggung jawab. Spiritualitas Guru adalah dasar atau roh yang…
Renungan Harian Katolik
APA YG MEMISAHKAN ORANG KAYA & LAZARUS
Kamis, 05 Maret 2026 Oleh Romo Agus CSsR Apa yang memisahkan orang kaya dan Lazarus yang miskin dapat dimaknai dari bunyi kalimat ini: Bila anda masih merasakan derita, anda hidup. Namun bila anda mampu merasakan penderitaan orang lain, anda adalah manusia. Kesalahan orang kaya adalah bahwa dia tidak mampu merasakan penderitaan Lazarus. Sebaliknya justru anjing-njinglah…
Melayani dengan Kasih dan Kelembutan
“Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya jadi tebusan bagi banyak orang” (Mat 20: 28). Hidup sebagai hamba Tuhan tidak selalu mudah dan lancar. Seperti yang dialami oleh Nabi Yeremia. Ia adalah seorang Nabi besar yang pada awalnya enggan menjawab panggilan Tuhan. Ia mencoba menghindari panggilan itu…
Transfigurasi Ketekunan:
Langkah Mendaki, Kualitas Melayani
Standar kualitas untuk ‘mendaki’ itu dilalui dengan ketekunan lahir batin. Untuk menapaki standar hidup itu dibutuhkan langkah nyata yang sering melelahkan. Jiwa transfiguratif dengan 3 karakter murid, yakni ‘rendah hati, tulus dan tekun’ layak kita jalani di masa puasa ini. Berkah Dalem.Jlitheng







