1.
Misteri Manusia
Sanubari mencatat tanya tanpa jawaban
Hati nurani menyimpan aneka rindu damba
Nalar perlahan belajar kata bahasa
agar temukan jawaban sejuta tanya
Raga tumbuh kembang hadapi fakta
Pengalaman menuntun jiwa raga
tidak ada jawaban sempurna untuk semua tanya
Fakta menegaskan tak mungkin diraih semua rindu damba
Semakin dicari maka tanya adalah jawabannya
Tak ada pribadi sempurna
meraih semua jawaban rindu damba
mendapat jawaban semua tanya
Kata bahasa terbatas bagi jiwa raga
untuk mengerti semua misteri dan fakta
2.
Misteri Semesta
Pernah terpikir bahwa manusia pemilik alam semesta
tetapi ternyata hanya sebutir debu dalam jagat raya
Manusia pasti mati tanpa alam semesta
tetapi alam lestari tanpa adanya manusia
Nafas hanya terjadi jika ada udara
Dalam ruang dan waktu manusia berkelana
Dari tanya kembali ke tanya
dengan sejuta keterbatasan dan rindu damba
Mengapa aku lahir dan pasti mati
dalam batas ruang dan waktu misteri
Jejak telapak menginjak debu tanah
Jiwa raga diberi kehidupan dalam alam semesta
Pikiran ingin tahu diri pribadi dan segala isi semesta
Tetapi…
Akal tak pernah akan mampu menggapai selera
karena mengenal diri saja tak bisa
Apalagi menyibak realitas akan semesta
Seperti tak mampu menghitung jumlah rambut sendiri
demikianlah jagat raya ini misteri
Yang terbatas tak bisa menelan yang tak terbatas
3.
Maha Misteri Sang Pencipta
“Carilah Dia selama Dia berkenan ditemui
Temukanlah Dia selagi Dia berkenan dicari”
Entah pada mentari yang bercahaya
Entah pada malam dan bulan bintang
Entah pada samudra dan ombak gelombang
Ataukah pada hamparan pasir pantai
Atau di hutan rimba dan padang belantara
Atau di gunung tinggi dan angkasa raya
Apa dan siapakah Sang Pencipta
“Sang Ilahi itu adalah Maha Penari abadi
Segala ciptaan di jagat raya adalah tarian-Nya lestari”
Apakah jiwa ragaku tarian-Nya
Apakah Dia adalah ruang dan waktu
Ataukah Dia itu semua bahasa
Mungkinkah Dia mentari dan bumi
Mungkinkah Dia selalu ada dalam pikiranku
Ataukah Dia Sang Maha Tanya itu

