Tetap Jadi Gandum yang Baik
“Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman” (Mat 13: 40). Dunia bagaikan sebuah ladang, tempat kebaikan dan kejahatan tumbuh berdampingan. Melalui perumpamaan tentang lalang di antara gandum, kita diingatkan, bahwa Tuhan memberi waktu bagi setiap orang untuk bertumbuh. Ia tidak segera melenyapkan...
Pesan Sederhana
“Don’t compare yourself with others.” -Rio, Scj. Ada pesan sederhana dari Ibu saya, sudah lama, tapi tetap tersimpan. Kalau melihat buah busuk di atas pohon jangan dipetik, karena nanti akan jatuh sendiri. Begitu pula saat ketemu orang busuk hatinya, jangan dibalas, apalagi dipikirin, karena mereka akan jatuh dengan sendirinya....
Hidup dalam Kebenaran
Yesus menjelaskan perumpamaan tentang lalang di ladang. Ia menerangkan, bahwa ladang adalah dunia, benih baik adalah anak-anak Kerajaan, dan lalang adalah anak-anak si Jahat. Musuh yang menabur lalang adalah Iblis, masa panen adalah akhir zaman, dan para penuai adalah Malaikat. Pada akhir zaman, lalang akan dikumpulkan dan dibakar, sedangkan...
Sampai Jumpa di Meja Pengadilan Ilahi
“Anda boleh berbuat apa pun di dunia ini, boleh jadi pemeluk agama apa saja, dan boleh tidak percaya akan keberadaan Allah. Tapi satu hal yang diyakini sebagai Kebenaran Ilahi, bahwa pada akhir hidup ini, Yesus menanti kita di meja Pengadilan Ilahi dan Dia sendirilah Hakim Tunggalnya.” Dalam Injil, Yesus...
Refleksi Filosofi dan Spiritual:
Setangkai Zaitun
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Setangkai Zaitun mengingatkan kita, bahwa damai sejahtera bukan berarti tidak adanya badai hidup lagi, melainkan adanya sekeping harapan yang tetap hijau di tengah genangan air bah.”(Makna Sentral dari Setangkai Zaitun) Lewat refleksi ini, kepada kita diingatkan kembali, akan sebuah kisah purba “Nuh yang disandingkan...
Tetaplah Menabur Benih Kebaikan
Yesus menyampaikan dua perumpamaan singkat dan mendalam tentang Kerajaan Surga. Yang pertama tentang biji sesawi, benih terkecil, tapi bertumbuh jadi pohon yang besar sehingga burung-burung dapat bersarang di dahan-dahannya. Yang kedua tentang ragi yang dicampurkan ke dalam adonan; meskipun sedikit, tapi mampu mengembangkan seluruh adonan. Kedua perumpamaan ini mengajarkan...
Tuhan Selalu Dekat
“Kerajaan Allah tidak selalu bertumbuh melalui hal-hal besar, tapi melalui hati yang tetap melekat kepada Tuhan dan setia dalam perkara-perkara kecil.” Allah yang Maha Rahim, Engkau mengajarkanku, bahwa karya-Mu yang terbesar sering kali dimulai dari sesuatu yang sangat kecil. Biji sesawi hampir tidak terlihat. Ragi pun hanya sedikit. Di...
Bertumbuh dalam Iman
“Apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar daripada sayuran yang lain, bahkan jadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya” (Mat 13: 32b). Untuk jadi pohon, biji sesawi itu harus terlebih dahulu bertumbuh. Dalam proses pertumbuhan itu, dibutuhkan perawatan yang baik. Dalam perjalanan itu pula, benih yang...
Seperti Apakah Pohonmu Saat ini?
“Jika pohon dirimu tidak lagi berbuah kebaikan, maka periksalah, mungkin sudah lapuk akarnya berpaut pada Tuhan sebagai Pemberi hidup sehingga tidak lagi mensuplai gisi ke batang, dahan, dan rantingnya sehingga tidak bisa berbuah.” Dalam Injil, Yesus mengumpamakan hal Kerajaan Surga itu seperti biji sesawi atau ragi. Walaupun nampak kecil...
Quo Vadis Kemanusiaan?
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Perdamaian yang kokoh hanya dapat dibangun di atas kebenaran, keadilan, kasih, dan kebebasan.”(Paus Yohanes XXIII) Sebuah Jejak Historis(Pacem in Terris) Pada tanggal 11 April 1963, Paus Yohanes XXIII mengeluarkan sebuah ensiklik “Pacem in Terris” (Damai dan Bumi), yang menegaskan bahwa “perdamaian yang kokoh hanya...
Puasa Bisu
“Belajar mendengarkan suara hati agar kita tidak mudah diperdaya oleh keinginan sendiri.” -Mas Redjo … Untuk makin peka dan peduli itu berproses. Tidak datang secara mendadak dan ‘ujuk-ujuk’, tapi belajar tahap demi tahap. Saya ingat, ketika diajar dan dilatih oleh Mbah Putri dengan laku hidup prihatin. Dari berpuasa waktu...
Pengorbanan yang Bijaksana
Ada suatu kejadian, ketika seorang pemuda sangat mencintai gadis yang ditaksirnya. Ia ingin melamar gadis itu di sebuah jembatan di atas sungai yang luas dan dalam, serta disaksikan banyak orang. Pemuda itu membawa cincin, bunga, dan sebuah bingkisan berharga. Sebelum menyatakan lamarannya, gadis cantik itu meminta agar pacarnya terjun...
Hati yang Bijaksana
“Ketika kita menemukan Kristus sebagai Harta Sejati, melepaskan yang lain bukan lagi jadi beban, melainkan sukacita.” Allah yang Maha Rahim, Putra-Mu mengajarkan, bahwa Kerajaan Surga itu bagaikan harta terpendam di ladang dan mutiara yang sangat berharga. Orang yang menemukannya rela melepaskan segalanya, bukan karena kehilangan, melainkan karena telah menemukan...
Kerajaan Surga, Harta Sejati
“Hal Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang” (Mat 13: 44a). Yesus kembali mengajarkan tentang Kerajaan Surga melalui perumpamaan. Ia mengibaratkannya sebagai harta yang tersembunyi di ladang dan permata yang sangat berharga. Keduanya melambangkan sesuatu yang begitu bernilai, sehingga siapa pun yang menemukannya rela...
Mutiara Surgawi yang Jatuh ke Bumi
“Apa pun bisa Anda perjual-belikan, juga bisa Anda miliki atau singkirkan dari hidup ini. Tapi ingatlah agar jangan menyingkirkan Sang Pemilik tubuh dan jiwa ini dari dalam hatimu, karena di akhir hidupmu hanya Dialah yang bisa menyelamatkanmu sementara yang lain akan pergi meninggalkanmu sendirian.” Dalam Injil, Yesus berbicara tentang...