“Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah, bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku.”
Allah yang Maharahim, Putra-Mu berbicara dengan jujur kepada kami. Yesus tidak menyembunyikan harga dari jadi muridNya. Ia tidak menjanjikan hidup tanpa penolakan, tanpa luka, atau tanpa tantangan. Ia menghibur kami, jika kami sungguh jadi milik-Nya, maka kami tidak lagi sepenuhnya jadi milik dunia ini.
Tuhan, dunia sering menyebut yang gelap sebagai terang dan bahkan menganggap dosa sebagai sesuatu yang layak dirayakan. Dunia menyukai kenyamanan, tapi menolak pertobatan. Dunia mudah menerima kompromi, tapi sering menolak kekudusan. Namun Yesus mengingatkan kami supaya jangan heran. Melalui Baptisan, kami telah dipilih ke luar dari dunia untuk jadi milik Kristus.
Bapa, terkadang kami lelah, ketika iman kami disalah-mengerti. Kami takut bersaksi, karena tidak ingin ditolak atau sekadar mencari aman. Bahkan kadang hati kami jadi keras kepada mereka yang melukai kami. Tapi kami belajar pada Yesus: Ditolak, tapi tetap mengasihi. Dianiaya, tapi tetap mengampuni. Disalibkan, tapi masih berdoa, “Ya Bapa, ampunilah mereka.”
Tuhan Yesus, ajarilah kami mencintai seperti Engkau mencintai. Jangan biarkan kebencian dunia itu memadamkan kasih di hati kami. Ajarlah kami melihat setiap orang, bahkan mereka yang menentang kami, sebagai jiwa yang dikasihi Bapa.
Roh Kudus, ketika kami mulai lelah dan tawar hati, ingatkan kami, bahwa dunia ini bukan rumah kami yang terakhir. Angkat hati kami kepada pengharapan Surga. Penuhi kami kembali dengan keberanian, sukacita, dan api kasih-Mu. Jadikan hidup kami terang kecil yang tetap menyala di tengah dunia yang gelap.
Bapa, biarlah kami terus bertumbuh: dalam iman, kasih, kekudusan, dan dalam pengenalan akan Yesus. Jangan biarkan kami berhenti jadi semakin serupa dengan Kristus.
Jika dunia tidak mengerti kami, karena kami milik Yesus, biarlah kami semakin setia jadi milikNya.
Sebab pada akhirnya, setiap luka yang ditanggung demi Kristus akan jadi kemuliaan, air mata akan berubah jadi sukacita, dan setiap murid yang setia akan pulang ke rumah Bapa. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

