“Mengasihi sesama hingga ego ini terluka agar jiwa kita makin kuat dan sehat.” -Mas Redjo
Semangat pengorbanan itu harus dimiliki umat Kristiani, karena kita meneladani pengorbanan Yesus. Kita adalah murid-murid-Nya.
Selalu memohon berkat dan belas kasih Tuhan agar kita jadi pribadi yang tabah, sabar, rendah hati, dan hidup berkenan bagi-Nya. Caranya adalah, dengan menyangkal diri, memanggul salib, dan mengikuti-Nya (Mat 16: 24).
Dengan menyangkal diri, kita terus menerus menghidupi semangat pertobatan. Kita melepas kehendak pribadi agar kita berjiwa peduli, empati, dan murah hati.
Menyangkal diri yang tidak hanyut ke pusaran hal-hal jelek dan negatif itu dengan menanggapi, membalas, serta apalagi mendendam pada mereka yang berseberangan atau memusuhi kita. Tapi dengan memaafkan, mengasihi, dan mendoakan mereka. Karena kita bukan milik dunia, melainkan milik-Nya.
Dengan memanggul salib, kita rela menanggung penderitaan, kesulitan, dan pengorbanan itu demi iman. Semangat berkorban yang dilandasi kasih Kristus yang telah menebus dosa dan menyelamatkan kita.
Dengan jadi pengikut-Nya yang setia, kita menaati dan melaksanakan ajaran Kristus.
“Bukan kamu yang memilih Aku, tapi Akulah yang memilih kamu” (Yoh 15: 16).
Kita dipilih untuk diutus-Nya.
Terpujilah Allah!
Mas Redjo

