Kita merenungkan Sabda Tuhan dalam terang peringatan Santa Perawan Maria, Ratu Para Rasul. Maria bukan hanya Bunda Yesus, melainkan juga Bunda Gereja. Ia hadir di tengah para Rasul bukan sebagai pemimpin yang memberi perintah, melainkan sebagai Ibu yang mendukung, menyemangati, dan jadi pendoa yang setia. Ia jadi model Gereja yang berdoa dan mengandalkan Roh Kudus.
Yesus berkata, “Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.”
Dengan ini, Yesus mengajak kita masuk lebih dalam ke makna sejati dari doa. Doa itu bukan sekadar menyampaikan daftar keinginan, melainkan menjalin hubungan yang hidup dan intim dengan Bapa. Dalam relasi ini, kita belajar untuk tidak hanya meminta, tapi juga mendengarkan suara-Nya, menyerahkan kehendak kita, dan membiarkan kasih-Nya membentuk dan mengubah hati kita.
Maria adalah teladan sempurna. Ia menyimpan setiap Sabda Tuhan dalam hati dan merenungkannya dalam keheningan iman.
Di tengah dunia yang penuh kebisingan, kesibukan, dan kegelisahan, Bunda Maria mengajari kita untuk tinggal dalam keheningan, membuka hati dalam doa, dan menanti dengan penuh pengharapan. Ia tidak banyak berkata-kata, tapi imannya berbicara lebih lantang dari seribu suara. Dari Bunda Maria kita belajar, bahwa kekuatan Gereja lahir dari doa, dan misi Gereja bertumbuh dari hati yang mendengarkan suara Roh Kudus.
“Ya, Tuhan, tuntunlah kami untuk setia dalam doa dan berani bersaksi di tengah dunia, seperti Bunda Maria dan para Rasul. Amin.”
Ziarah Batin

