1.
Suara tutur luhur itu bergema
ada yang terpatri di batu-batu sakral
ada yang terlukis di pohon-pohon keramat
ada yang tertulis di mata air, sungai dan danau
Angin selalu membaca melintasi musim yang silih berganti
Debu tanah setia mendengar bersama jejak sejarah kehidupan
Cahaya mentari menyaksikan penuh bijak bestari
karena tutur insani adalah percikan suara Ilahi
Dan pasti tak akan sirna
selama manusia masih ada berkelana
2.
Kreasi manusia terus menjelma
ada simbol dan terlahir aksara
Ada berbagai upaya menulis kata bahasa
agar lestarikan pengalaman, fakta, dan rindu damba
Tradisi lisan menjelma dalam tanda kata dan angka
ditopang temuan berbagai sarana
Ada yang bertahan dan dijaga
Ada yang lapuk dan punah
Ada lagi kreasi iptek canggih
Ditemukan sistem data dengan algoritma
dalam aneka sarana digital milenial
3.
Manusia semakin kaya berkreasi
dalam upaya merealisasikan komunikasi
Ada saat perlu berbicara langsung
dengan aneka tanda dan gaya
dalam bahasa yang diyakini bisa mengungkapkan maksud
Ada kesempatan dibantu sarana modern canggih
demi menjangkau jarak dan mempersingkat waktu
Bahasa tutur dan bahasa tulisan
adalah diri manusia
dalam relasi dengan sesama
Maka…
hanya ada ikatan makna manfaat
dalam kata, angka, sarana dan sistem
Dari manusia, oleh manusia dan untuk manusia
4.
Ada potret pengalaman yang berwarna-warni
tentang komunikasi dan relasi insani
Makna bahasa terus berubah wajah
Arti kata juga berinkarnasi sosok
Ada bahasa tutur antar pribadi
Ada bahasa lisan dalam keluarga dan profesi
Ada bahasa sandi dan rahasia organisasi
Ada bahasa tulisan di media sosial
Ada bahasa tulisan di ruang akademik
Ada bahasa di dunia ekonomi dan politik
Ada lagi bahasa ritual dan sakral
Ada bahasa literasi digital
Mungkin masih ada banyak kelompok bahasa lain
Apakah komunikasi semakin bermakna dan manusiawi
Adakah kekayaan bahasa semakin memberi damai sejahtera
Ataukah bahasa zaman ini semakin menegaskan pribadi manusia galau dan terasing?

