Bernadette Soubirous mengalami penampakan Maria di Lourdes. Ia menginspirasi kita melalui kesederhanaan dan ketekunannya dalam iman. Meski masih muda, sederhana, dan tidak berpendidikan tinggi. Tapi saat terjadinya peristiwa suci itu ia memiliki hati yang terbuka untuk menerima pesan dari Bunda Maria. Keragu-raguan orang di sekitarnya tidak membuat ia berhenti untuk membagikan anugerah yang ia terima.
Dalam Injil Yohanes 3: 33 dikatakan, “Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Allah adalah benar.” Teks ini menekankan, bahwa orang yang terbuka untuk menerima kesaksian Yesus Kristus mengakui juga, bahwa Allah itu benar.
Bernadette adalah contoh nyata dari seseorang yang terbuka menerima anugerah iman dan mengakui, bahwa Allah adalah benar. Semoga kita diingatkan pada kesaksian Yesus tentang kasih Bapa lewat sabda dan cara hidup-Nya, serta selalu terbuka pada karya Allah dalam hidup kita sehari-hari.
Mari kita teladani keterbukaan hati, kesederhanaan dan keteguhan Bernadette untuk jadi saksi kasih dan harapan yang bersumber dari Tuhan.
“Ya, Tuhan, kami bersyukur atas teladan iman yang ditunjukkan oleh Santa Bernadette. Mampukanlah kami untuk hidup dalam terang-Mu dan jadi saksi kasih-Mu di dunia ini. Amin.”
Ziarah Batin

