Anjing dan kucing selalu berkumpul dan jadi teman di belakang Gereja. Makanan sisa dari dapur Pastoran dan kantin Paroki mempersatukan mereka. Ketika sedang ada renovasi gedung Pastoran dan kantin Paroki semua kegiatan memasak dan penjualan makanan berhenti untuk sementara. Tidak ada makanan lagi bagi anjing dan kucing.
Kucing berkata kepada temannya: “Bagaimana caranya untuk mendapatkan makanan, karena suplai makanan dari dapur dan kantin nyaris tidak ada. Di manakah Ibu-ibu dan Kakak-kakak yang biasanya memasak dan menjual di kantin?” Anjing yang mengerti keluhan kucing, langsung menjawab: “Kamu tidak tahu? Mereka selalu memesan makanan pakai online. Itu namanya dunia online. Makanya harus melek online dan rajin-rajin ikut ke mana mereka pergi, kamu akan dapat makanan.”
Binatang-binatang dapat mengalami kehilangan kita. Tapi kita hanya berpindah dari Gereja atau Kapel ke ruang publik media online. Dalam zaman sekarang, kita selalu berinteraksi secara online. Bahkan kegiatan rohani seperti berdoa, syering iman, Misa Kudus dan pengajaran iman dapat dilakukan melalui media online.
Gereja kecil adalah hati kita dan media online jadi bangunan gereja virtual yang dapat mempertemukan setiap orang beriman yang bersama-sama mengungkapkan imannya.
Semangat kita untuk berdoa setelah hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus dan menantikan Pentakosta tetap berkobar. Kita semua sehati dalam berdoa sebagai syarat yang harus dipenuhi untuk menantikan pencurahan Roh Kudus. Kita mengikuti teladan para Rasul dan Bunda Maria yang telah melakukan hal itu di suatu ruangan kota Yerusalem, lebih dari 2000 tahun lalu. Persiapan untuk menyambut Roh Kudus harus dalam bentuk berdoa bersama dengan satu hati, dan bukan dengan kegiatan-kegiatan lain yang bukan berdoa.
Tuhan Yesus mengajarkan kita tentang berdoa dengan khusuk dan sehati dengan saudara seiman. Berdoa sebagai pribadi yang sungguh bertekun akan membuat doa bersama itu sebagai satu Gereja jadi mantap dan berkenan kepada Tuhan. Terlebih-lebih karena di dalam doa bersama itu selalu ada kehadiran Bunda Maria sebagai Bunda Gereja, partisipasi aktif kita di dalam doa bersama harus menjadi sebuah disposisi rohani yang terbaik. Sebagai Ibu yang penuh perhatian, ia tentu mengingatkan atau menegur kita kalau sikap kita berdoa tidak sesuai dengan tata cara Gerejawi yang benar.
Dengan semangat berdoa seperti ini, kita dapat mewujudkan apa yang dikatakan Yesus di dalam Injil hari ini, yaitu: kita dapat mengenal Bapa sebagai satu-satunya Allah yang benar dan mengenal Yesus Kristus yang telah diutus Bapa. Roh Kudus membantu kita untuk bertumbuh dalam semangat doa seperti ini.
“Ya, Bapa di Surga, jadikanlah kami para pendoa yang baik agar kami bertumbuh jadi anggota-anggota Gereja-Mu yang senantiasa memuliakan Dikau dengan doa-doa kami. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

