Perpisahan itu selalu menyedihkan, bahkan menyengsarakan rasa, tapi penghiburan akan mengubah yang sedih jadi gembira, duka jadi suka, dan putus asa jadi harapan.
Yesus menyadari, bahwa waktu bersama para Raaul-Nya akan berakhir di dunia ini; dari dunia yang fana, Ia harus kembali ke dunia yang abadi. Tapi jadi tanggung jawab-Nya, karena banyak jiwa yang telah percaya kepada-Nya. Ia meyakinkan kembali pada kita semua, kata-Nya, “Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu” (Yoh. 14: 18 ). Kongkritnya, Ia menjadikan Penghibur, yakni Roh Kudus, “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran” (Yoh. 14: 16-17).
Oleh karena itu, jangan biarkan kecemasan, ketakutan, kesedihan, tantangan dan bahkan ancaman itu melemahkan iman dan harapan kita. Sesungguhnya kita memiliki Yesus, Tuhan yang tidak akan membiarkan kita merana dan mati. Suatu yang pasti, bahwa kasih dan penyertaan-Nya bersama kita selamanya sampai kita kembali kepada-Nya dalam keabadiaan.
Monsignor Inno Ngutra, Pr

