“Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu.”
Allah yang Maharahim, betapa indah janji Putra-Mu. Yesus tidak hanya menyelamatkan kami dari dosa lalu membiarkan kami berjalan sendiri. Ia tidak menjadikan kami anak-anak Allah lewat Baptisan lalu meninggalkan kami begitu saja. Sebaliknya, Ia meminta kepada Bapa untuk mengutus Roh Kudus agar tinggal bersama kami selamanya.
Inilah kasih-Mu, ya, Bapa. Kasih yang tidak jauh, tidak sementara, dan kasih yang tinggal bersama kami.
O, berapa indah kasih setia-Mu. “Jikalau kamu mengasihi Aku…” kata Yesus. Ia kembali menegaskan: “Barang siapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi Bapa-Ku.” Kami sadar, bahwa hidup Kristiani bukan pertama-tama soal aturan atau rasa takut dihukum. Melainkan intinya adalah hubungan kasih.
Ketika kami sungguh mengasihi-Mu, ketaatan itu tidak lagi terasa sebagai beban. Kami mulai rindu menyenangkan hati-Mu. Kami belajar hidup bukan seperti budak yang takut dihukum, melainkan seperti anak-anak terkasih yang mengenal hati Bapanya.
Kasih-Mu tidak membiarkan kami lemah sendirian.
Orang-orang Samaria menerima penumpangan tangan dari Petrus dan Yohanes agar mereka menerima Roh Kudus. Rahmat Baptisan mereka diteguhkan dan disempurnakan. Roh Kudus datang bukan hanya untuk menghibur kami, melainlan untuk tinggal di dalam kami: mempersatukan kami dengan kehidupan Ilahi antara Bapa dan Putra.
Roh Kudus, Engkaulah bukti, bahwa kami tidak ditinggalkan.
Engkau menguatkan kami saat iman mulai lelah. Mengingatkan jati diri kami saat dunia membuat kami lupa siapa kami. Juga Engkau mengajari kami mengasihi saat mengasihi itu terasa sulit.
Bapa, seperti dahulu Engkau menuntun Israel melewati laut dari perbudakan menuju kebebasan, kini melalui Kristus Engkau menuntun kami ke luar dari ketakutan menuju hidup sebagai anak-anak Allah, dari maut menuju kehidupan.
Ketika dunia menolak kebenaran-Mu, kami disalahpahami atau terluka, karena mengikuti Yesus… Jagalah harapan kami tetap menyala.
Biarlah kami selalu ingat, bahwa kami tidak berjalan sendirian, karena Roh Yesus tinggal bersama kami.
Semoga tanda paling nyata, bahwa Roh Kudus hidup dalam diri kami adalah: kami semakin mampu mengasihi, lebih cepat mengampuni, lebih lembut terhadap sesama, dan semakin menyerupai Yesus setiap hari.
“Yesus, Engkaulah Andalanku. Amin.”
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

