“Kita mungkin tersesat, tapi tidak pernah tak dikenal, dan tidak pernah tak dikasihi oleh Sang Gembala.”
Allah yang Maharahim,
Putra-Mu, Yesus, menyatakan diri sebagai Gembala yang Baik: Dia yang mengenal, mencari, melindungi, dan menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya.
Seorang Gembala yang baik tidak jauh dari dombanya. Ia berani mengambil risiko saat bahaya datang. Ia mencari yang hilang dan membawanya kembali. Ia mengenal setiap domba, dan menuntunnya ke padang rumput yang hijau. Ia berdiri di antara domba dan segala ancaman.
Bapa, ketika Yesus berkata, “Aku adalah Gembala yang Baik.” Ia menyatakan nama-Mu, nama yang Engkau nyatakan kepada Musa. Sejak dahulu, umat-Mu mengenal Engkau sebagai Gembala: “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.” Kami adalah milik-Mu, umat-Mu, kawanan domba-Mu.
Terima kasih, Bapa, atas Yesus, Gembala dan Penjaga jiwa kami.
Ia adalah Daud yang baru, Raja-Gembala, yang membebaskan kami dari dosa dan mengumpulkan kami jadi satu kawanan dalam perjanjian baru, yang dimeteraikan dalam darah-Nya. Ia mengenal kami, sama seperti Engkau mengenal Dia, dan Dia mengenal Engkau.
Betapa dalam misteri kasih ini, bahwa kami dikenal sepenuhnya, tidak ada yang tersembunyi, tapi tetap dikasihi sepenuhnya.
Ketika kami tersesat, keras kepala, dan memilih jalan kami sendiri, Ia tidak menyerah. Ia mencari, memanggil, dan membawa kami kembali, supaya kami tidak binasa, melainkan hidup.
Kawanan-Nya melampaui segala batas: Ia mengumpulkan semua bangsa. Melalui Gereja-Mu, misi-Nya terus berjalan: menuntun setiap jiwa kembali kepada-Mu, ya, Bapa.
Dalam ketaatan yang sempurna, Yesus menyerahkan nyawa-Nya dengan sukarela. Tidak seorang pun mengambilnya dari Dia: Ia memberikannya. Dengan mengambilnya kembali, Ia membuka jalan bagi kami untuk mengenal Engkau, bukan sebagai Pencipta yang jauh, melainkan sebagai Bapa yang mengasihi.
Melalui Dia, kami tidak lagi tersesat, kami sudah ditemukan. Tidak lagi orang asing, kami adalah anak-anak-Mu.
Kini, melalui Gereja, suara Sang Gembala tetap berbicara: mengampuni, menuntun, dan memberi kami hidup dalam pemecahan roti.
Jadikan kami, ya, Bapa, kawanan yang penuh syukur dan sukacita, yang mendengar, percaya, dan mengikuti Engkau. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

