Di dalam sebuah kolam, ada dua ikan Mas kecil sedang berbicara. Biasanya mereka berbicara lebih lama setelah makan pagi. Sarapan mereka ialah roti-roti sisa dari pabrik roti yang dibeli keluarga pemilik kolam. Ikan yang lebih kecil berkata kepada temannya yang lebih besar: “Saya selalu diberi roti dari ikan yang paling besar, tapi rasanya pahit, meskipun yang diberikan porsinya besar. Tapi kalau roti itu dari kamu, meskipun kecil tapi rasanya manis.”
Temannya itu menimpali: “Kenapa bisa begitu? Padahal semua roti rasanya manis?” Ikan kecil itu menjawab, “Karena ikan besar memberikan roti, tapi dengan ancaman, jika tidak mendukungnya, saya akan dijadikan roti dan santapan lezat baginya. Lebih baik roti yang engkau berikan, karena bagaimana pun kita tetap berteman dan saling mengasihi. Jadi roti yang kita makan bersama memang sungguh-sungguh manis.”
Di dalam ‘roti hidup’ Yesus Kristus, kemanisannya amat luar biasa. Roti yang dimakan ikan-ikan itu, suatu saat akan hilang dan habis, karena sebagai benda di bumi ini. Tapi Roti Hidup dari Yesus Kristus tidak akan habis dan kemanisannya itu merupakan semua rahmat kekuatan yang memberikan kehidupan bagi setiap manusia, baik saat ini maupun yang akan datang.
Filipus, seorang murid Yesus dan Diakon yang tulen telah makan langsung Roti Hidup Yesus Kristus, yang pada Injil berkata: “Aku adalah Roti hHidup yang telah turun dari Surga; barang siapa makan roti ini akan hidup selama-lamanya.” Ia hidup dengan roti itu, sampai ketika ia berjumpa dengan sida-sida dari Ethiopia, menjelaskan isi Kitab Suci kepadanya dan membaptisnya.
Filipus bergerak dari Yesus Kristus menuju jalan-jalan, pinggiran, dan pelosok kehidupan dengan membawa rahmat Roti Hidup Yesus Kristus. Ia bersama dengan para Rasul, murid-murid, pengikut Kristus lainnya, dan termasuk Anda dan saya. Sida-sida Ethiopia itu bergerak dari pinggiran atau pelosok untuk mendapatkan Roti Hidup, yaitu Yesus Kristus sendiri.
Banyak orang lain, mungkin di sekitar Anda sedang bergerak juga menuju ke pusat, yaitu Yesus Kristus. Sangatlah indah, ketika sedang menuju kepada Yesus, mereka menjumpai Yesus Kristus dalam diri Anda dan saya. Mereka tidak perlu lagi mencari bentuk dan macam roti yang lain, selain Roti Hidup Yesus Kristus sendiri.
“Tuhan Yesus Kristus, kami sangat bersyukur, karena roti hidup dari-Mu memelihara dan menguatkan kami sampai saat ini. Bantulah kami supaya hidup dan perkerjaan kami senantiasa bersumber dari roti ini yang memberikan kelangsungan hidup kami di dunia ini dan pengharapan hidup setelah di dunia ini. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

