Simply da Flores 1.Dalam diam tanpa suarasering dianggap tanpa judul terteraKarenajudul biasa didengar dari suaraseperti pembacaan sajak puisi atau pidatoKarena judul biasa terbaca dari tulisanentah di media sosial, buku, atau spandukAda aneka bahasa pengalaman sampaikan juduldalam kehidupankepada insan yang mengarungi waktuAdakah yang peduli, mendengar, dan membaca? 2.Rupanya ada pesan dan maknaBisa sangat jelas judulnya diketahuimeski…
Kategori: SECERCAH SAJAK SEMESTA
Secercah Sajak Semesta – 161
Secercah Sajak Semesta – 160
Benarkah Indonesia ‘Tanah Surga’
Simply da Flores 1.“Bukan lautan hanya kolam susuKail dan jala cukup menghidupimuTiada badai tiada topan kau temuiIkan dan udang menghampiri dirimuOrang bilang tanah kita tanah SurgaTongkat kayu dan batu jadi tanamam”Itu penggalan syair lagu grup KoesplusBicara tentang tanah air Indonesia dahuluTak tahu nasibnya hari iniketika merayakan HUT 80 Proklamasi NKRISeperti apa wajah tanah air serta…
Secercah Sajak Semesta – 159
Bara Api Merah Putih
Simply da Flores 1.Aku, … IndonesiaEngkau, IndonesiaDia, … IndonesiaKita… IndonesiaIni tanah air kitaIni bangsa dan negara kitaKita terlahir Merah PutihMerah dalam darah harkat martabatPutih dalam jiwa Nur IlahiKita terlahir dengan bara api Merah PutihBangunlah…Bangkit dan berdiri tegakTataplah fajar yang bercahayaKita Patriot Proklamasi NKRI 2.Kita generasi pewaris Merah PutihBara Api harus berkobarMenyala dalam jiwa ragaJanganlah kaki…
Secercah Sajak Semesta – 158
Ada Apa dengan Tanya
Simply da Flores 1.Jarang sekali aku bertanyatentang sosok nafas yang pergi datangdalam hidung tenggorokan dan paru-parukuKadang sekali aku bertanyatentang wajahnya darah yang berdesir di jantung dan pembuluh darahkuApalagi bertanya tentang apa dan siapa akukemarin, hari ini dan esokserta mengapa aku jarang mempertanyakan diri pribadiMungkin diri pribadi dirampok rutinitas untuk ada dan menjadiAtaukah karena tidak tahu…
Secercah Sajak Semesta – 157
Dari Taman Proklamasi dan Monas ke IKN
Simply da Flores 1.Jejak telapak para pahlawan abadidirangkul debu tanah Bumi PertiwiMereka mengantar bangsa Indonesiamasuk ke gerbang Kemerdekaan NKRIDarah daging, nyawa dan hartajadi doa purna bagi anak cucu“Sekali merdeka tetap MerdekaJangan sekali-kali melupakan dan meninggalkan sejarah”Taman Tugu Proklamasi dan situs teks Proklamasi ingatkan fakta sejarah istimewaEntah masih dipeduli maknanya oleh para pejabatEntah anak cucu pewaris…
Secercah Sajak Semesta – 156
Membaca Pesan dari Pati
Simply da Flores 1.Rakyat bergemuruh satukan suaraberteriak menggugat pejabat eksekutif dan legislatifketika syair lara derita mereka samaketika irama lagu damba harapan samaEntah siapa yang memberi aba-abaEntah mengapa berani bergerak bersamaFaktanya mereka nyatakan apa adanya“Kami memiliki harkat martabak dan suaraKami sungguh adaKami butuhkan kesejahteraan dan keadilanBukan aturan yang membelenggu dan menindas nasib kami” 2.Apakah mereka rakyat…
Secercah Sajak Semesta – 155
Menunggu Kepak Sayap Garuda Pancasila
Simply da Flores 1.Ketika pagi fajar menyingsing di TimurAnak-anak negeri berlari memetik cahayaGenerasi pewaris tengadah ke angkasarindukan suara sabda semestaKisahkan ayat-ayat amanah Nenek moyangyang alirkan energi doa harapanmelalui orangtua sanak saudara Kami generasi tumbuh lugu dengan warisanTentang asal usul kekayaan alamTentang sejarah suku adat budayaTentang Surga yang jatuh ke bumiTentang sungai yang alirkan emasTentang Bunda…







