Secercah Sajak Semesta – 68
Ketika Gambar Potret Bicara
Simply da Flores 1.Potret Diri Sosok wajah seribu rupahiasi layar gadget pribadidengan aneka gaya dan alasanentah sebenarnya atau cuma mainanLalu diposting di dunia maya“Aku di sini – aku ada” Entah sedang sendiri bersama lara nestapaEntah berteman ceria sukacitaAku ikuti arus zaman digitalkatakan apa adanya dirikusiapakah aku juga diceritakan“Aku sedang...
Secercah Sajak Semesta – 66
Dalam Bara dan Nyala Api
Simply da Flores 1.Dapur Rezeki Kehidupan Ada asap dan ada apinyala membakar lapar dan hausmengubah harapan jadi kenyataanMata memandang nanar tergodaAroma membelai penciumanAda manusia yang sedang mengolahdan ada yang mengemis minta sedekah Api menyala di tunggu kebutuhanApi membara di dapur kepentinganSetiap pribadi meramu aneka bahanAda yang dengan jumlah uangnyaada...
Secercah Sajak Semesta – 65
Pernak-Pernik Tradisi Kematian
Simply da Flores 1.Air mata merayu Sang Ajalseolah-olah bisa menunda kematianTangisan lara nestapa menggugatseolah mampu hentikan takdir kodratiSedangkansenyum tawa bahagia merekahketika terlahir bayi yang dinantikanseakan-akan tak ada hakikat asaliyang dibatasi ruang dan waktuuntuk kehadiran setiap pribadi di dunia“Kehidupan dan kematian ituadalah dua sisi dari satu pribadiketika dihadirkan Sang Pencipta...
Secercah Sajak Semesta – 64
Satgas Tikus Pemburu Purnama
Simply da Flores 1.Bulan punya agenda kelanadan ada saatnya purnamadengan wajah penuh pesonabagi setiap sosok yang terpanaAngin biasa bentangkan tabir awandan menutup wajah purnamaHujan pun sesuai musim mampu menutup langitagar mata tak nikmati indahnya purnama 2.Zaman berubah alam pun diubahbanyak purnama buatan di layar gadgetHujan dan angin pun direkayasaApalagi...
Secercah Sajak Semesta – 63
Menyibak Hakekat Pelangi
Simply da Flores 1.Hakikat Realitas Aku, engkau dan kitatidak pernah meminta terlahir di sinitidak pernah usul ada dan jadi beginiTerlahir dalam perbedaan waktuDatang dalam perbedaan orangtuaHadir di tempat yang berbedaSebagai ciptaan yang berbedadari semua isi alam semestaPerbedaan adalah berkah dan kekuatan Kita datang dalam tanyakita hidup dalam faktakita pulang...
Secercah Sajak Semesta – 62
Pelangi Zaman di Pikiran
Simply da Flores 1.Perbedaan-1 Tangan membelai rambut kepalaJemari tersenyum kagumamati perbedaan telapak kaki dan mataLalu bertanyamengapa anggota tubuh itu tidak ada yang samaMengapa air mata itu asin seperti samudra? Cermin tidak membohongi wajahketika kita berkacaSeorang bocah kampung terpesonamelihat wajahnya di kolam beningLalu ceburkan diri bersama teman-temanbermain air melukis mimpi...
Secercah Sajak Semesta – 61
Litani Lara Nestapa Kasuari
Simply da Flores 1.Pada mulanya ada dan terjadiAku tidak meminta hadir di sinidi Tanah Papua sebagai Bunda Kasuarimemiliki aneka marga satwa dan hutan rimba belantaraMenyimpan aneka kekayan alam berlimpahMelahirkan anak cucu generasisuku bangsa asli PapuaDikawal Panglima Cenderawasih penuh pesona“Surga Kecil yang jatuh ke bumi”Sama seperti semua suku bangsa lain...
Secercah Sajak Semesta – 60
Mendayung Mimpi Diterjang Fakta
Simply da Flores 1.Sudah sekian purnama berlalukita menatap warna air sungai menjelmaTelah sekian mentari bergantisampan kita menulis di tepiAngin seberangkan rindu hati nurani Waktu menjawab damba jiwa sanubariMengapa sungai mengalir tak pernah berhentiPernahkah kita meraih mata air hulunyadan akankah kita menggapai muaranya 2.Pernah aku mencatat berapa mimpimendayung sampan mencapai...
Secercah Sajak Semesta – 59
Serpihan Rindu Cenderawasih
Simply da Flores Kado untuk Pentahbisan Uskup Timika 1.Angin membawa kabar beritadari Timika Papua ke Romadari Tanah Surga ke seluruh duniaBahwaada seorang putera orang asli Papuaterpilih dan ditahbiskan jadi hambauntuk melayani umat sebagai GembalaSeorang Uskup dalam Gerejakorbankan jiwa raga karena cintadipilih dari bangsanya yang lara menderitaDemi taat setia kepada...
Secercah Sajak Semesta – 58
Mengatasi Masalah tanpa Masalah?
Simply da Flores … 1.Telapak tangan mempunyai jemariukurannya tidak ada yang samafungsinya memang masing-masingDemikian juga telapak kakidilengkapi jemari yang berbedasemuanya tak sama agar saling menopangAnggota tubuh masing-masing berbedatetapi tetap satu tubuh jugaagar diri kita bisa hidup dan berada“Homo homini sociusManusia adalah sahabat bagi sesamanya” 2.Danternyata ada sistem alam yang...
Secercah Sajak Semesta -57
Melodi Damai dari Hroshima
Simply da Flores Sang Opa rambut putih terurai menggesek biolanada nostalgia menggema mengetuk sanubarimelintas waktu antar generasiZiarah pribadi menemukan makna sejatiapakah hakikat kodrati diri pribadiSang Oma yangdibalut sahaja senyum bijakmelukis denting irama di wajah pianodengan warna memori zamannyaKisah fakta yang hampir terlupakanmenghalau sekat ruang suku bangsa dan melintas batasKelana...
Secercah Sajak Semesta -56
Bulan Sabit Tertikam Petir
Simply da Flores 1.Hujan mengguyur sejak awal malammungkin itu tangisan senjaNamunhiruk pikuk metropolitan tetap berjalanAku berteduh di halte bis kotabanyak kendaraan menerjang hujandemi tagihan tugas dan kebutuhanKilau cahaya lampu kota gemerlapuntuk kehidupan zaman digital Ada yang sudah lelap tertidurTak tahu yang di kampung udikapalagi jika belum ada listrikWajah negeri...
Secercah Sajak Semesta – 55
Melukis Wajah Keadilan
Simply da Flores 0.Dalam sebuah musyawarah alamuntuk mengajari perilaku zaman manusia sekarangUnsur alam lingkungan semestamemberikan pendapat tentang keadilanagar didengarkan dan dilakukan manusia 1.Batu-batu angkat bicaraKeadilan itu harus keras kokohdalam sanubari jiwa manusiaagar jadi landasan berpikiruntuk membuat keputusan yang benar dan tepat 2.Sungai, danau, dan hujan tidak setuju“Keadilan harus lentur...
Secercah Sajak Semesta – 54
Conclave: Habemus Papam
Simply da Flores … 1.Kawanan merpati menjadi saksijutaan jejak rindu damba insaniyang berziarah mencari jawaban rohaniDi pelataran Basilika St. Petrus – RomaSimpul sejarah iman Kristianifakta misteri Karya Keselamatan Ilahidalam diri seorang lelakiYesus Kristus dari NazarethLahir dalam kandang hina dinaWafat dan dikuburkan dalam makam nestapakarena bukan milik keluarganyaTetapihingga zaman digital...
Secercah Sajak Semesta – 53
Serpihan Makna ‘Laudato Si’
Simply da Flores … 1.“Hai kau manusia, sekarang aku tanyakan padamumengapa engkau acuh dan sombong padakuPadahal setiap saat aku bersamamuAku mendukung alat pernafasanmusehingga engkau mampu lakukan berbagai halHidupmu berjalan karena akuMengapa untuk menyapa pun jarangapalagi kau berterima kasih padaku?”Aku kaget dan terdiamseperti disambar petir siang bolongKetika angin menghentak aku...