Kategori: SECERCAH SAJAK SEMESTA

Secercah Sajak Semesta – 158
Ada Apa dengan Tanya

Simply da Flores 1.Jarang sekali aku bertanyatentang sosok nafas yang pergi datangdalam hidung tenggorokan dan paru-parukuKadang sekali aku bertanyatentang wajahnya darah yang berdesir di jantung dan pembuluh darahkuApalagi bertanya tentang apa dan siapa akukemarin, hari ini dan esokserta mengapa aku jarang mempertanyakan diri pribadiMungkin diri pribadi dirampok rutinitas untuk...

Secercah Sajak Semesta – 157
Dari Taman Proklamasi dan Monas ke IKN

Simply da Flores 1.Jejak telapak para pahlawan abadidirangkul debu tanah Bumi PertiwiMereka mengantar bangsa Indonesiamasuk ke gerbang Kemerdekaan NKRIDarah daging, nyawa dan hartajadi doa purna bagi anak cucu“Sekali merdeka tetap MerdekaJangan sekali-kali melupakan dan meninggalkan sejarah”Taman Tugu Proklamasi dan situs teks Proklamasi ingatkan fakta sejarah istimewaEntah masih dipeduli maknanya...

Secercah Sajak Semesta – 156
Membaca Pesan dari Pati

Simply da Flores 1.Rakyat bergemuruh satukan suaraberteriak menggugat pejabat eksekutif dan legislatifketika syair lara derita mereka samaketika irama lagu damba harapan samaEntah siapa yang memberi aba-abaEntah mengapa berani bergerak bersamaFaktanya mereka nyatakan apa adanya“Kami memiliki harkat martabak dan suaraKami sungguh adaKami butuhkan kesejahteraan dan keadilanBukan aturan yang membelenggu dan...

Secercah Sajak Semesta – 155
Menunggu Kepak Sayap Garuda Pancasila

Simply da Flores 1.Ketika pagi fajar menyingsing di TimurAnak-anak negeri berlari memetik cahayaGenerasi pewaris tengadah ke angkasarindukan suara sabda semestaKisahkan ayat-ayat amanah Nenek moyangyang alirkan energi doa harapanmelalui orangtua sanak saudara Kami generasi tumbuh lugu dengan warisanTentang asal usul kekayaan alamTentang sejarah suku adat budayaTentang Surga yang jatuh ke...

Secercah Sajak Semesta – 154
Membaca Teks Proklamasi

Simply da Flores 1.Proklamasi Mungkin artinya pro – berpihak kepadaMungkin artinya klaim – clamareyang berseru dan menyatakanDua tokoh mengatasnamakan bangsa IndonesiaSatu orang membacakan teks Proklamasidisaksikan sejumlah tokoh yang gagah beraniApakah bedanya dengan “Deklarasi”Apakah bedanya dengan “Aklamasi”Ajarkan arti dan maknanya Proklamasikepada segenap rakyat Indonesia hari iniagar memiliki pengetahuan dan pemahaman...

Secercah Sajak Semesta – 153
Memaknai yang Ada dan Terjadi

Simply da Flores Bila masih mungkinKuingin koma jadi titikKumau sampai di sini bersajakKupikir sudah usai hujan rintikAku lelah berkelana di sengatan terikAku galau mengembara di samudra sajak Ternyata masih ada dan terjadiAngin berhembus sambung nafaskuTanah setia mengendong langkahkuDarah mendesir aliri sungai ragakuJantung berdetak mengejar waktuPikiran menenun makna merajut kalbu...

Secercah Sajak Semesta – 152
Puing-puing Kata Kemerdekaan

Simply da Flores … 1.Pada mulanya tidak ada kemerdekaankarena semua ada dan terus terjaditidak ada usul saran manusiatidak ada peran serta satu pribadi kitaHanya semesta berdinamika berubahdengan hukum alam dan energi misteriTermasuk kapan dan dari manahadirnya kita manusiayang merindukan kebebasan berkreasiYang ungkapkan kata kemerdekaankarena ada kehendak bebas“Merdeka dari apa...

Secercah Sajak Semesta – 151
Pernak Pernik Menulis

Simply da Flores 1.Emosi rasa meleleh dalam kataKalimat mengurai kelana pikiranBait-bait melukis wajah nuraniSajak, syair, cerpen, novel, bukucoba menenun sosok sanubari jiwaMeski selalu disadari kemampuan bahasa terbatasKatanya tulisan bisa tertinggal lamatetapi ucapan segera berlalu sirna 2.Para empu menulis kearifan hakikipada daun, batu, kulit dan kayu pilihanpada lempengan tanah liat...

Secercah Sajak Semesta – 150
Di Hadapan Singkong Goreng dan Segelas Kopi Pahit

Simply da Flores 1.Pengalaman akhir pekan kemarinmelintasi kota hujan Bogor menuju puncakHujan deras mengguyur alamterasa sejuk dan semakin dinginHujan Minggu awal AgustusNamunberita miris dari Metropolitan Jakartabanyak wilayah terendam banjirdan para warga menderita lara nestapaCuaca sedang alami pancarobaentah bagaimana mesti mengatakannya 2.Hari ini mengawali pekandinamika metropolitan terus bergelorasetiap orang berjibaku...

Secercah Sajak Semesta – 149
Senandung Balada Sungai

Simply da Flores 1.Kami tidak pernah menciptakan airtetapi hadir untuk menampung dan mengalirkannyaDari tebing batu menetes air beningdari rimbun hutan belantarahujan ditadah dan diteruskandari tampungan kolam dan air tanahkami terima ziarah air melintas menuju muara untuk menjumpai samudraKami tak pernah minum dan mandi dari air yang mengalirKarena demikianlah kami...

Secercah Sajak Semesta – 148
Dinamika Relasi Manusia & Alam

Simply da Flores I.Ibu Bumi – Bapa Langit Leluhur mewariskan dalam tradisiPengalaman sakral makna hakikianeka peristiwa dan refleksitermasuk menjawab pertanyaan asal diri“Dari mana aku datang ke bumiKe mana aku pulang setelah matiBagaimana harus menjalani kehidupan iniMengapa harus hadir sebagai pribadi insaniSiapakah dan apakah aku iniSiapakah saudara dan saudarikuSiapa Ibu...

Secercah Sajak Semesta – 147
Trotoar, Kopi dan Daun Kering

Simply da Flores Angin malam membawa langkahku mengembaramenyusuri kisah suka dukamelintas belantara, kampung udik dan kotalewati malam temui terik siangSebuah kelana menyusuri waktuZiarah telapak menulis jejakangin menulis kisah desah nafastak ada yang bisa rakayasamembohongi paru-paru tanpa asupan udara Langkah penjual mengayuh roda dambamenyusuri lorong dan jalanan kotaTawarkan rasa selera...

Secercah Sajak Semesta – 146
Derap Langkah Literasi

Simply da Flores 1.Bunyi itu menyibak sunyibeterbangan bersama angin sepoiTanda itu mengungkap maknaterlukis di raga, batu, daun dan kayuSimbol biasa menggoreskan pesanpada mata yang melihatdengan kaca mata tradisiBunyi, tanda dan simbolLahir dan berlari bersama waktubersemi dalam dinamika kreasi insaniTermasuk berkomunikasi dengan literasi 2.Aku terlahir dalam bunyiEngkau datang dalam tandaDia...

Secercah Sajak Semesta – 145
Dalam Kilau Gemerlap Digital

Simply da Flores 1.Digital itu kreasi inovatif manusiadalam derap zaman berputarMenggilas kokohnya sekat batas kemarinMenyingkap banyak fakta tersimpandalam sejarah peradaban masa laludalam dinamika relasi masa kiniTetapiketerampilan manusia tidak samauntuk berubah dan memanfaatkan kilau gemerlap digitalyang menawarkan aneka kemungkinanEra digital bisa jadi bencana atau berkat 2.Kilau digital mendekatkan ruang dan...

Secercah Sajak Semesta – 144
Lembaran Hitam Teks Proklamasi

Simply da Flores 1.Beberapa kesempatan mengunjungi Taman Proklamasi NKRIterlihat ada yang menggelitik hatiSosok dua patung Proklamatordan lembaran teks Proklamasidicat berwarna hitam pekatMengapa pilihan warnanya demikianBerapa yang peduli pada fakta ituSiapa yang bisa membaca tulisan hitam ituApakah maknanya bagi setiap pengunjungApa artinya untuk seluruh bangsa dan NKRI? 2.Masih teringat teks...