Kategori: SECERCAH SAJAK SEMESTA

Secercah Sajak Semesta – 174
Fajar Setelah Purnama

Simply da Flores … 1.Pekat gulita derita zamanyang tak mungkin dihapus seleraperlahan sirna dihalau cahayaAda bias lilin-lilin kecilyang bermunculan di sudut-sudut negeriAda kelip bintang dari balik awanyang sedang perih ditusuk kepulan asap hitam kemarahanMalam ini berbeda dari kemarinkarena purnama segera hadir 2.Putaran musim silih bergantidalam kreasi zaman yang bersemidengan...

Secercah Sajak Semesta – 173
Dalam Debu dan Serpihan Puing

Simply da Flores 1.Ada wajah terpatri dalam debu dan serpihan puingtetapi sosoknya kelam bagi mataAda suara menggema dalam debu dan asap hitamtetapi pemiliknya tak tahu siapahanya pasti terekam anginDebu, asap dan puing amarahterlahir oleh lara derita yang mengambangAntara kata sumpah janji dan fakta pengalamanternyata sering jauh berbedaVox Populi Vox...

Secercah Sajak Semesta – 172
Masihkah Kita Indonesia

Simply da Flores 1.Aku, IndonesiaEngkau, IndonesiaDia, IndonesiaKita, IndonesiaMengapa Indonesia berbeda maknaMengapa kita tak sama nasibnya sebagai warga negara?Di Timur, IndonesiaDi Barat, IndonesiaDi Utara, IndonesiaDi Selatan, IndonesiaTanah air Indonesia kaya rayaMengapa sedikit yang kaya rayatetapi banyak rakyat lara menderitaMengapa tak sama di Pusat NKRIdengan nasib rakyat di delapan penjuru tanah...

Secercah Sajak Semesta – 171
Demonstrasi dalam Cahaya Lilin

Simply da Flores 1.Satu lilin bernyala di tangankumemang tidak gampang hidup dan dijaga amandi tengah ruang terbuka gelap gulitaMemang tidak mampu menghalau pekat kelam realitaMemang seperti tak berarti sebagai solusiMungkin angin badai meniupnya matiMungkin kaki terantuk lalu terjatuhTapi pasti aku sudah berjuang menyalabukan bertanya dan menggugat gulita Memang hanya...

Secercah Sajak Semesta – 170
Bergerak Dalam Diam Sunyi

Simply da Flores 1.Di tengah asap hitam mengepulWajah langit diam menatap tajammelihat aneka tangan bergerakmenatap bermacam sosok beraksiEntah yang berjalan dan berlari beringasEntah yang bersuara lantang menggugatDalam kobar bara api dan gemuruh pekik suaraIbu bumi diam merangkul jutaan telapakEntah yang marah dan bertindak brutalEntah yang jadi korban aneka kekerasanEntah...

Secercah Sajak Semesta – 169
Kepulan Asap dan Bara Api

Simply da Flores 1.Kepulan asap hitam membubungselimuti wajah tanah airTak tahu sosok siapakah yang hitamBara api menyala dan membakarsampah yang mengotori harkat negeriEntah siapa yang ciptakan sampahnyaEntah siapa pemilik apinyaDan apakah harus dengan asap dan kobaran apiInikah kado HUT 80 Proklamasi NKRI? 2.Dalam asap hitam dan ganasnya bara api...

Secercah Sajak Semesta – 167
Badai Suara Rakyat Menggugat

Simply da Flores 1.Sudah delapan puluh tahun kita merdekaHasil perjuangan para pahlawan bangsaAda yang dikenal dan diingat jasanyaNamun sangat banyak yang jadi pahlawan tanpa namaKita semua rakyat dan pemilik NKRIKita warisi negara dan bangsa inikarena ingin merdeka, adil makmur sejahtetaApakah prokamasi sudah tidak bermakna lagiDi manakah kemerdekaan dari penjajah...

Secercah Sajak Semesta – 166
Pendemo, Pemulung dan Wakil Rakyat

Simply da Flores 1.Rakyat dan mahasiswa berdemo di berbagai kantor pemerintahEntah di desa dan KabupatenEntah di Propinsi dan Tingkat PusatAda aneka ragam tuntutan penderitaanTentang kasus korupsi pejabat publikTentang eksploitasi sumber daya alamTentang hak atas tanah, adat budaya dan nasib yang tergusur atas nama pembangunanTentang PHK dan kesempatan kerjaTentang upah...

Secercah Sajak Semesta – 165
Mengais Puing Kedaulatan Rakyat

Simply da Flores 1.Rakyat ibarat burung-burung liarditangkap, dibungkam dan dipasungKedaulatan adalah sangkar emasyang membatasi segala harkat martabatkarena kata-kata maha dayadijadikan alat mencaplok seluruh jiwa raga“Kemerdekaan dan patriotismeKedaulatan dan keadilanKesejahteraan dan kemakmuranPembangunan bangsaDan lain-lain… “Semua berkilau dalam kata-katatetapi berbeda dalam fakta pengalaman 2.Lahirnya negara ini diperjuangkandengan jiwa raga, darah dan...

Secercah Sajak Semesta – 164
Keputusan Peran dalam Roda Waktu

Simply da Flores 1.Harimau-harimau itu mengaumdari mulut-mulut tak bernamakarena wajahnya ditutupi aneka topengMungkin mulutku karena laparMungkin mulutmu karena ada harapanMungkin mulutnya karena ada dambaMungkin mulut mereka karena marah berontakLalu…ada yang lirih berteriak ingatkan“Mulutmu, harimaumu”Tetapi aku sejenak terhentak“Bukankah mulut itu dikomando otakBukankah tindakan dikendalikan pikiranKemanakah hati nurani dan sanubari jiwa?”...

Secercah Sajak Semesta – 163
Perahu Kertas dan Digital

Simply da Flores 1.Anak-anak membuat perahu kertasdengan sukacita penuh keyakinantitipkan mimpi dan imajinasiuntuk berlayar melintasi tujuh samudraDengan senyum tawa penuh kreasibermain lumpur bermandi hujanperlombakan kebodohannya dalam perahu kertasDiterpa hujan dan dibasahi air selokanmenguji idenya mengalahkan sahabatDanberkali-kali perahu kertas lunglai hancur terendam airtetapi keceriaan tak terkalahkan fakta kebodohantetapi tekad keyakinan...

Secercah Sajak Semesta – 162
Jika Ijazah Jokowi “Palsu”

Simply da Flores 1.Hari ini…catatan kisah gugatan makin panjangterhadap keaslian ijazah Joko WidodoHari inigelora protes tuntutan deras bergemuruhdengan deretan sangkaan kasusdan daftar panjang kesalahanyang dilakukan Joko WidodoEntah kapan akan berakhirEntah mengapa dan untuk apaEntah oleh siapa dan untuk siapa 2.Sebagai anak kampung sahajaAku bingung dan terus bertanyaAda para penggugat...

Secercah Sajak Semesta – 161
Tanpa Judul dan Judul-judulan

Simply da Flores 1.Dalam diam tanpa suarasering dianggap tanpa judul terteraKarenajudul biasa didengar dari suaraseperti pembacaan sajak puisi atau pidatoKarena judul biasa terbaca dari tulisanentah di media sosial, buku, atau spandukAda aneka bahasa pengalaman sampaikan juduldalam kehidupankepada insan yang mengarungi waktuAdakah yang peduli, mendengar, dan membaca? 2.Rupanya ada pesan...

Secercah Sajak Semesta – 160
Benarkah Indonesia ‘Tanah Surga’

Simply da Flores 1.“Bukan lautan hanya kolam susuKail dan jala cukup menghidupimuTiada badai tiada topan kau temuiIkan dan udang menghampiri dirimuOrang bilang tanah kita tanah SurgaTongkat kayu dan batu jadi tanamam”Itu penggalan syair lagu grup KoesplusBicara tentang tanah air Indonesia dahuluTak tahu nasibnya hari iniketika merayakan HUT 80 Proklamasi...

Secercah Sajak Semesta – 159
Bara Api Merah Putih

Simply da Flores 1.Aku, … IndonesiaEngkau, IndonesiaDia, … IndonesiaKita… IndonesiaIni tanah air kitaIni bangsa dan negara kitaKita terlahir Merah PutihMerah dalam darah harkat martabatPutih dalam jiwa Nur IlahiKita terlahir dengan bara api Merah PutihBangunlah…Bangkit dan berdiri tegakTataplah fajar yang bercahayaKita Patriot Proklamasi NKRI 2.Kita generasi pewaris Merah PutihBara Api...