Simply da Flores 1.Kepadamu otak pikirankuSalam hormat dan banggakukarena dengan otak pikiranaku berbeda dari binatang dan tumbuhanAku manusia jadi pribadi istimewakarena bisa berpikir dan berkreasikarena bisa berhati nurani dan kesadarankarena bisa mengalami spiritualitas dan sanubari jiwakarena bisa menata diri pribadiuntuk membangun relasi dengan sesama dan alam lingkungankarena bisa mengembangkan ilmu pengetahuan dan aneka keterampilanKarena bisa…
Kategori: SECERCAH SAJAK SEMESTA
Secercah Sajak Semesta – 190
Secercah Sajak Semesta – 189
Surat untuk Emosi Rasa
Simply da Flores 1.Kepadamu emosi rasakuSalam hormat dan banggakuAtas semua ekspresi emosi rasayang sudah kualami hingga saat iniAtas ungkapan diri pribadidalam relasi dengan sesamadalam interaksi dengan alamdalam hubungan dengan Sang Ilahiyang mampu kusadari saat iniyang terungkap melalui seluruh tubuhkuyang mengalir dalam diri pribadiku Dengan desah nafas yang adaaku tulis surat pengetahuan inimeskipun terlambat baru sekarangDengan…
Secercah Sajak Semesta – 188
Surat untuk Anggota Tubuh
Simply da Flores 1.Kepadamu seluruh anggota tubuhkudari ujung rambut hingga telapak kakidari kulit luar hingga darah dan sumsumAku tulis surat pernyatakan hormatAku goreskan kesadaranku berterima kasihAku ungkapkan sesal dan maafkuatas segala kelalaian salahkujarang peduli dan merawat kesehatanmujuga menyadari peran manfaatmu masing-masingBanyak anggota yang membentuk tubuh pribadikusehingga sampai sekarang aku masih hidup Terimalah surat pribadiku yang…
Secercah Sajak Semesta –
187 Surat untuk Desir Darah
Simply da Flores 1.Kepadamu desir darahkusalam hormat atas peran jasamudesir darah yang menyatu dengan daging tubuhkuMengalir dari jantung dalam sistem istimewaSiang malam berjalan otomatisentah kusadar atau tidak peduliTerimalah surat kesadarankuuntuk nyatakan hormat terima kasihuntuk sampaikan permohonan maafuntuk ungkapkan tolol kekonyolan dirikuDalam aliran desir darahkuada berkat dan misteri keagunganSang Maha Kuasa abadiMisteri Ilahi dalam desir darahku…
Secercah Sajak Semesta – 186
Surat untuk Desah Nafas
Simply da Flores 1.Kepadamu nafaskuterimalah salam hormatkuatas petang dan fungsi mulai yang biasaNamun,karena biasa aku alamisehingga biasa-biasa saja kuanggapBahkan sering aku abaikanseperti tak ada makna apa-apaPadahal,tanpa peran dan fungsimuaku tak bisa apa-apadan pasti mati tak berdayaTanda utama pribadiku hidupadalah aku bisa bernafasdan terjadi secara otomatis 2.Kepadamu nafaskuInilah tulisan kesadaranku sekaranguntuk nyatakan salah kebodohankuuntuk mengakui sombong…
Secercah Sajak Semesta – 185
Hitam, Putih, Abu-abu
Simply da Flores 1.Hitam itu fakta kebenaran sakralPekat gulita itu adilMalam gelap itu misteriPahit itu dinamika energiKetika bendera hitam berkibaroleh laskar berbusana hitammereka nyatakan keberanian heroikdengan gagah perkasa percaya diriTetapi ada yang menilai berbedaAda yang menyebut setan penjahatAda yang mencap para misteriusAda yang menilai ganas jahatAda yang mengartikan suka berkabungMungkin karena berbeda adat budayaMungkin karena…
Secercah Sajak Semesta – 184
Senja di Warung Kopi
Simply da Flores 1.Dari warung kopi pinggir trotoarlangkah senja terlihat jelasMemeluk lelah pikiran galauMenggandeng penat tangan letihMenopang goyah telapak perjuanganRibuan insan jutaan manusiadi metropolitan hingga kampung udikMereka yang di tapal batas negeriMereka yang terluar dari pusatMereka yang termiskin diinjak korupsiMereka yang terpinggirkan kebijakan dan ketamakanMereka yang tersisih selera dan gengsi zamanMereka yang bersuara menggugattetapi tidak…







