Simply da Flores … Orang mengacungkan jempolkarena kebutuhannya bisa terpenuhisedangkan hamparan pasir pantaidiam membisu menerima takdirSering diterjang gelombang dan sampah insani Orang mengacungkan telunjuk emosikarena kepentingannya tak tercapaiSedangkan wajah langit terus pasrahdilumuri aneka bentuk polusikreasi nafsu kesombongan manusia Jempol dan telunjuk diperintah pikiranEntah desakan kebutuhan ragawiEntah paksaan aneka selera emosiEntah karena diabaikan nurani sanubariMaka acungan…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Serpihan Jejak Musyafir – 134
Serpihan Jejak Musyafir – 133
Sunyi, Sepi, dan Hening
Simply da Flores Aku mengembara mencari sunyipada bentangan padang rumput ilalangpada bukit dan gunung terpencilpada hutan rimba belantarapada pantai, ombak gelombang samudraNamun,tidak pernah dijumpai sunyi Lalu aku terus mencari sunyikudatangi pondok di ladang petanidijumpai para nelayan tradisionalkutemui para buruh dan pemulungDari dusun kampung dan desa kutelusuri Dankudengar cerita bahwa sunyi ada melintasmenuju ke kota dan…
Serpihan Jejak Musyafir – 132
Trotoar, Jalan Pintas dan Pempers
Simply da Flores … Sepeda motor dan gerobakmelintas melawan arah di trotoarPara pejalan kaki menepiada yang hampir jatuh di selokanDanPempers berserakan di jalanan, trotoar dan selokan kota“Bau tengik kotoran menyengat…Entah siapa yang membuangnya”Ada pesan menarik dari pempersbahwa masih ada anak-anak, balita, bayi dan manula yang hidup di kota iniMereka dipakaikan pempers agar praktis membuang pipis…
Serpihan Jejak Musyafir – 131
Balada Awan, Langit dan Purnama
Simply da Flores… Awan muram karena lelahterus berarak menyibak gulitaagar bisa bertemu cahaya fajarUntuk ceritakan rindu yang terlukadan bisul damba yang bernanah Purnama sedih tanpa pesonadipeluk awan hitam yang gundah gulanaAda damba yang terpasungtertikam duri jemari ketamakanLangkah gulita malam pun terantuklantaran tak ada sinar bintang Sekawanan kelelawar terbang berkelanabercanda ria bersama anginMereka datang membelai awanmembawa…
Serpihan Jejak Musyafir – 130
Pesona Embun Pagi dan Malam
Simply da Flores … Sabda alam abadi tertulispada lembaran halaman semestaPada embun pagi dan malamada ayat-ayat sabda alam Embun pagi membelai cahaya mentaripersembahkan berlian sanubarikepada kekasih hatiketika bening kilau hati nuranimenyinari nalar budi pekerti Embun malam mengusap wajah purnamaungkapkan cinta tanpa banyak suaraantara rasa dan jiwa manusialalu lebur dalam raganyadengan kata dan amal perbuatan Embun…
Serpihan Jejak Musyafir -129
Ketika Musim Pancaroba Nalar dan Alam
Simply da Flores … Orang-orang ramai saling mencaci makidalam tahapan pemilu negeri inidemi menegakkan kata demokrasiKarena memiliki keyakinan pribadidirinya dan pilihannya pemilik kebenaran sejati“Suara rakyat itu suara Allahmaka diyakini halal segala carademi meraih kemenangan seleraTermasuk mencaci maki dan mengadili dengan telunjuknya” Angin berhembus ke sana ke mariHujan panas tak menentuGempa bumi terjadi berturutGunung meletus dan…
Serpihan Jejak Musyafir – 128
Ketika Hukum Alam Bicara
Simply da Flores … Menggelegar…Kilat menyambar petir menyalakmerobek kesibukan aktivitas manusiapadahal hari siang bolongtanpa kabut dan hujan“Ada apa gerangan…Salah apa dan pertanda apa…”Rintih lirih dalam relung kalbusejenak sadari ketakberdayaan insani Hujan deras disertai angin badaiPohon besar tumbang menimpa bangunan toko dan warungyang sedang belanja dan makan tertimpaAda yang cedera dan matiSedangkan yang lain tertimpa longsorrumah…







