1.Seniman itu nafas dan desir darahMereka adalah anugerah istimewadari Sang Seniman AgungMereka adalah jantung dan paru semestaberkah sakral dari Sang PenciptaMereka memang mempunyai kebutuhan manusiawiTetapi mereka terlahir bukan untuk mengejar dan menimbun materiApalagi hanya untuk jadi hamba uangAtau dimanfaatkan penguasa dan orang kaya sebagai topeng-topeng 2.Seniman itu angin berhembusMereka mampu ada di mana-manameskipun terlihat lara…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Jejak Kelana Nafas-44
Jejak Kelana Nafas-43
Bocah Angin-545
Derap Parade Laskar Tanya
1.Orang-orang bisu bangkit bicaraBukan dengan mulutnyatetapi dengan nurani jiwanyayang kini terus menggerakkan jari jemarinyaKarena sadari nasib tragisnyadan menuntut harkat martabatnyaNasib harus direbut dan diraihHidup terasa kejam dan tak adil 2.Orang-orang terpasung dan terbungkamBangun dari gulita lara nestapatinggalkan dusun udik terpencilBukan turun ke kota dan metropolitantetapi lintasi benua dan samudraMereka membentuk laskar di dunia mayakarena jiwa…
Jejak Kelana Nafas-42
Bocah Angin-545
Valentine Day: Kasih Sayang Digital
1.Air mata balita makin saktikarena semakin ditakuti orangtuanyadan hanya bisa dijinakkan dengan gadgetJeritan anak-anak bukan saja minta jajantetapi susi dan makanan adalah game di gadgetBahkan bayi dalam kandungansudah dimanjakan dengan lagu dari gadgetKarena ibunya pun ‘sibuk berkas’ dengan sosmedZaman mengajari kasih sayang digitalkarena mereka generasi milenialAtas nama kasih sayang ituAnak-anak menggugat dan membunuh orangtuaBocah-bocah semakin…
Jejak Kelana Nafas-41
Bocah Angin-545
Kisah Cerita Jari Jempolku
1.Wahai kalian sesama saudarakuLihatlah…Aku acungkan jempolku memujimuEmpat jari kudekap erat di telapakkuJari jempol kuarahkan padamuEntah di mana tanganku yang satuEntah mengapa aku memujimuHanya aku yang pasti tahu 2.Wahai sesama saudarakuIni jempolku berikan pengakuan padamuBahwa ketika aku coba memujimusejatinya hanya tegaskan kepentingankuEmpat jariku mengarah padakuJempol pujian juga milikkuSehinggaaku hanya menagih pujian darimuaku cuma meminta lagi padamu…
Jejak Kelana Nafas-40
Bocah Angin-545
Di hadapan Fakta Kematian
1.Aku berdiri di depanmu kematianada rasa sedih duka larakarena jasad yang terbaring masih kudambaAku tergetar dirangkul ajalkarena menyadari hidupku juga tidak kekalAku bertanya di depanmu kematianapa dan siapakah engkau yang menakutkanAku saksikan aneka ekspresi di depan jenazahAku dengarkan beragam pidato saat penguburanAir mata duka lara memeluk jiwa ragaMengapa kami tak mampu membatalkan engkau kematianApakah engkau…
Jejak Kelana Nafas-39
Bocah Angin-545
Titip Tanya Buatmu YBS(Ananda yang telah pergi)
1.Ragamu telah dipeluk bumikembali dalam tanya dan sunyiRoh jiwamu entah di mana dan ke manaHanya misteri Sang Ilahikarena dari sana engkau datang dan kembali Namamu terus menggema dibicarakanBeragam pendapat dan ungkapanAda penyesalan dan mohon maafAda ratap tangis dan air mataAda aneka postingan di sosial media 2.Anak YBS terhormat…jawablah kami, jika engkau sempatSiapakah yang menulis suratMengapa…
Jejak Kelana Nafas-38
Bocah Angin-545
Proklamasi Jari Telunjuk
1.Ini jari telunjukkuMana telunjukmu?Aku angkat tangan dan acungkan jari telunjuk padamuAku katakan lantang pikiran pendapatkuAku ekspresikan emosi perasaankuAku berani tunjukkan keyakinankuAku ungkapkan sanubari jiwakuKebenaran hanya milik pribadikusehingga kalian salah keliruDengar dan lihatlah aku …! 2.Ini telunjukkuMana telunjukmu?Aku arahkan telunjuk padamudengan gagah berani menantangmuKarena yakin akulah segala-galanyaTiga jariku mengarah pada dirikuJempolku menekan penuh percaya diriTangan yang…







