Serpihan Jejak Musyafir -29
Menyulut Nyala Api
Simply da Flores … Ada bara api alamidibagi kepada setiap pribadisejak awal hadir di bumiBara api kasih abadiNyala api cinta hakikiuntuk dibagi kepada sesama insani Bara api itu terangi nafasberkelana mengejar roda waktuNatal api itu membakar darahberziarah melintasi jarak ruangNamunsoal disadari dan dimaknaisungguh tergantung setiap pribadi Ketika hadapi onak...
Serpihan Jejak Musyafir – 28
Melukis Sepasang Mata Indah
(untuk Sang Pelukis dan Pemiliknya) … Simply da Flores … Ketika langkahku tiba di rumahmuaku terkejut dan kebingungankarena pintumu tertutup rapatdan tak ada yang menyahutketika coba kuketuk memanggilNamunada jendela jiwamu terbuka lebardan aku bisa memandangnyaKedua bola mata indahmembawaku berkelana jauhmenyusuri ruang-ruang pribadimu Saat hendak pulangEngkau buka pintu rumahmu lebardan...
Serpihan Jejak Musyafir – 27
Spiritualitas dan Teologi Pesta
Simply da Flores … Dia membuat Pesta Paling AgungMenyerahkan tubuh-Nya jadi makananMembagikan darah-Nya jadi minumanAgar yang makan minum bahagiakarena selamat jiwa raganyabaik di dunia dan akhiratInikah hakikat makna pesta? Dia membuat Mujizat pertamapadahal waktu-Nya belum tibatetapi karena diminta oleh Ibu-NyaSaat ada di pesta perkawinanlalu terjadi kehabisan stok anggurMaka,disuruhnya tempayan...
Serpihan Jejak Musyafir -26
Deru Gelora Debu Polusi Metropolitan
Simply da Flores … Jangan dianggap najis dan sampahderu gelora bising metropolitankalau telingamu tak tahan mendengarkanJangan mengutuk debu kotayang beterbangan ditiup angindi antara aneka polusijika matamu tak tahan memandangMereka saksi kebenaran peradabanMereka bukti aneka kejadian Kisah cerita yang terdengarKabar berita yang tersiarFakta kejadian yang dilakukanAneka kebijakan yang diputuskanBerbagai kepentingan...
Serpihan Jejak Musyafir – 25
Membaca Tulisan Dalam Potretmu
Simply da Flores … Engkau tuliskan serpihan pengalamanpada aneka potret kehidupanJejak langkah perjuanganmencampur air mata dan senyumanmerajut warna-warni maknamelukis fakta dan harapanmenyanyikan syair lagu kenanganmemainkan melodi rindu dambaPada angin dan desah nafasPada aliran desir darahyang terus ada dan terjadiyang bersemi silih berganti Pada sosok wajahmuada aneka ekspresi relasiyang telah...
Serpihan Jejak Musyafir -24
Melukis Potret Diri
Simply da Flores … Tetes air jatuh dari pelupuk jiwakusatu persatu jadi sungai kolamdanmengalir nyanyian sanubariWarna-warni suka duka Kuambil dan kurangkaipada kanvas jejak kelanaKulukis wajahku sendiriKugores sosok rasa nuraniKupatrikan damba jiwa pribadiKuwarnai seperti pelangiDanaku rapikan dengan bingkaipada setiap dinding hari Aku kagum dan diammenatap lukisan potret diriyang ternyata belum...
Serpihan Jejak Musyafir – 23
Mantra Kembang Putih Melati
Simply da Flores … Aroma wangi misteriberlari dari bibir melatimengembara meraih hariyang sedang mengejar hari Pada putihnya melatiAda ayat gaib rindu sanubariSeperti gema mantra semestadibacakan buih ombak samudrakepada jutaan pasir pantai Setiap hari siang tanpa lelahdengan cinta paling misteriSetiap malam tanpa letihdengan kasih paling ajaib Gelombang samudra menerawangmengejar langkah...
Serpihan Jejak Musyafir – 22
Serpihan Puing Rinduku
Simply da Flores … Udara panas membakarTetes-tetes air di muara hatimembasahi bibir kering DanAku melangkah mengejar ombakdi bibir samudraPergi datang tak pernah lelah Ketika kulihat bekas jejak di pasirTernyata sudah lenyap disapu ombakPengalaman ditelan samudraKisah cerita suka dukadisimpan rahim bumi Batu karang tersenyumMelihat telapak kaki letihmenyusuri lorong kampung desa...
Serpihan Jejak Musyafir – 21
Sajak Darah, Tulang dan Tengkorak
Simply da Flores … Kami darah yang menetes oleh telapak bengis kuasamu Kami darah yang mengalir oleh tajam jemari jabatanmu Kami darah yang kering menghilang oleh senjata dan uangmu Debu tanah telah mencatat pasti Langit melihat tak bisa ditipu Ayat-ayat derita lara kami terus berteriak menggugat padamu Atas nama...
Serpihan Jejak Musyafir – 20
Kelana Tak Ada Ujung
Simply da Flores … Pagi ini kubertemu lagi dan bertanya pada Sang Mentari “dari mana engkau datang, setiap hari terus berkelana pancarkan selaksa berkas cahaya menerangi alam jagat semesta Mengapa tak pernah berhenti Apakah tak pernah lelah” Sang mentari heran mendengarku dan dengan lirih menjawab “Aku seperti dua matamu...
Serpihan Jejak Musyafir -29
Kisah Kopi Panas dan Fajar Pagi
Simply da Flores … Sambil mengisap rokok kretek kududuk di halaman pondok bambu Kudengarkan gurauan uap kopi dan berkas cahaya fajar pagi Sambil menyalami sang cahaya Uap kopi lontarkan kata canda “Hai, sahabat Mengapa engkau tak lelah berkelana selalu setia pancarkan cahayamu pada alam semesta dan manusia Padahal banyak...
Serpihan Jejak Musyafir -28
Orang-orang Terbuang
Simply da Flores … Para perempuan paruh baya berjalan melintasi kampung dan kota dengan busana adat tradisinya Langkahnya dipandu cahaya mentari membawa amanah leluhur tradisi untuk dibagi kepada generasi Namun selalu tak mau ditemui para kerabat dan relasi juga putra-putri generasi Karena dianggap kuno dan tak bergengsi “Mereka Putri...
Serpihan Jejak Musyafir – 27
Parade Topeng-topeng Zaman
Simply da Flores … Orang-orang berlomba hasrat berjalan dan berlari-lari di bawah terik siang bolong Menyusuri dusun, kampung dan kota dengan wajah ditutupi topeng dan tubuh berbalut aneka bendera Mereka menyalakan lilin, pelita, dan senter agar bisa terangi hari siang agar yakinkan rakyat yang diam Bahwa hari sedang gelap...
Serpihan Jejak Musyafir -26
Doa Untuk Rakyat Rempang
Simply da Flores … Wahai saudaraku di Pulau Rempangangin telah kabarkan nasibmugelombang beritakan lara deritamuawan kisahkan geliat perjuanganmuMembela harkat martabat pribadimudi tempat tumpah darahmudi tanah lahir warisan leluhurmudi rumah kampung halamanmudi kebun ladang sumber rezekimudi rahimmu bumi Pulau RempangKepada lara deritamuhanya kutulis ayat doa sahajasebagai getaran belarasa pada nasibmu...
Serpihan Jejak Musyafir -25
Membangun Rumah Di Awan
Simply da Flores … Sering berkelahi dengan waktumengejar mimpi tak kesampaiangagal meraih angan dan harapanTernyata karena telapak melayangjauh dari fakta debu tanahKarenadibawa terbang selera rasamelukis mimpi di telapak tangankuKarena sering terbius matakuoleh silau gemerlap fatamorganayang disebar aneka mediadalam cahaya penuh pesona Aku membangun rumah di awanagar telapak tak dilumuri...