Serpihan Jejak Musyafir – 22
Serpihan Puing Rinduku

Simply da Flores

Udara panas membakar
Tetes-tetes air di muara hati
membasahi bibir kering

Dan
Aku melangkah mengejar ombak
di bibir samudra
Pergi datang tak pernah lelah

Ketika kulihat bekas jejak di pasir
Ternyata sudah lenyap disapu ombak
Pengalaman ditelan samudra
Kisah cerita suka duka
disimpan rahim bumi

Batu karang tersenyum
Melihat telapak kaki letih
menyusuri lorong kampung desa hingga metropolitan
mengejar asa yang terbang
menari bersama waktu

Antara pasir pantai dan laut dalam
Antara rindu damba dan langkah mentari
Antara terang dan gelap
Antara tanya dan jawaban
Semuanya mendera jiwa raga
dalam senandung nyanyian fakta

Pada muara sungai kecil segar
yang pertemukan rindu dan fakta
Kududuk meneguk syair alam
Kubersimpuh mencium wajah langit
Dan
kudaraskan sepotong doa
“Indah rencana-Mu Tuhan
Ajaib dan agung karya-Mu
pada-Mu aku bersujud”