Simply da Flores 1.Negeri ini…miliki kita semua karena warisan para pendahuluSekarang…sedang dibanjiri rakus tamak nafsuentah apa jabatan dan siapa nama mereka“Sesama anak negeri jadi penjajah saudara sendiri” 2.Negara ini…diproklamirkan merdeka dari penjaiahAda cita-cita muliabagi semua anak bangsaagar maju sejahtera jiwa ragaHari ini…kisah lara cerita korupsitelah jadi budaya dan dibanggakanPara pelaku yang ditangkap tersenyum dan tertawa…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Secercah Sajak Semesta – 29
Secercah Sajak Semesta – 28
Pentingkah Melukis dan Menulis?
Simply da Flores Setiap kelahiran pribadidiberi semesta halaman nafasdalam derap roda waktuTradisi mewarsikan pena dan kuasRuang menyiapkan warnaAku, engkau, dan kitaharus menulis dan melukis Pilihan adalah tulisantentang apa kata dan ayat-ayat makna diriKeputusan adalah lukisanapa obyek dan warna arti pribadiAku jadi apa dan siapa Waktu memberi batas desah nafasAngin memacu jejak langkahi ruangWarna warni lukisan…
Secercah Sajak Semesta – 27
Menyadari Jejak Langkahku
Simply da Flores 1.Duduk di sudut rindu imajinasiaku bentangkan jemari kedua tanganlalu coba menghitung jumlah nafasSejak pertama lahir ke duniahingga saat berhenti sejenak di siniTernyata…sudah ribuan bahkan jutaan kali terjadidan mungkin tak pernah mampu aku menghitungnyaDanaku merasakan konyol hina dinadi hadapan angin dan debu“Aku jarang peduli dengan nafaskuAku kurang memelihara alat pernafasankuAku lalai bersyukur atas…
Secercah Sajak Semesta – 26
Menulis Syair Rindu Damba
Simply da Flores 1.Purnama di Pelukan Awan Sepanjang hari …kubawa sebait rindu mencari wajahmuDansaat bertemu angin tenggaradia kabarkan engkau di ujung samudraAku diam tanpa katakarena rindu yang membara Ketika senja melangkah ke istana samudraAku ikut mencarimu purnamaberharap bisa bertemu engkau di sanaTernyata harapanku sia-siaengkau sudah dirangkul awan ke angkasauntuk melukis kalimat asmara Aku menyendiri di…
Secercah Sajak Semesta – 25
Dalam Galau Kebodohanku
Simply da Flores Desah nafasku bersujud mencium debu tanahtumpahkan galau dengan seribu tanyaApa dan siapakah Engkau Ibu Bumi?Desir darahku tengadah takjubkebodohanku menatap sinar cahaya dan kabut gemawanLepaskan sejuta rindu damba doaApa dan siapakah Engkau Bapa Langit Angkasa? Debu tanah terbiasa diam bisuKadang diterbangkan angin badaiSelalu terima semua dalam hening setiaBisa mengganggu penglihatan jika debu memeluk…
Secercah Sajak Semesta – 24
Membaca Warna-warni Potret-ku
Simply da Flores 1.Jemariku menari gesitLangkah anganku terbang bersama anginmenjelajahi padang dan rimba rayatelusuri halaman album potret kisah ceritakuAku temukan potret masa kecilsaat orangtua menulis aneka tradisi dalam pengalamankuDalam rumah ada Ayah Ibu dan kakak adikaku tak pernah minta ada bersama merekaAku dikenalkan dengan sanak saudarakeluarga dari Ayah dan Ibuku“Aku seperti boneka diperlakukan merekakarena itulah…
Secercah Sajak Semesta – 23
Menulis Pesona Pelangi Perjumpaan
Simply da Flores 1.Kemarin…ruang pertemukan aku dan kau jadi kitaSeribu kisah tertulis dalam jiwa ragaKita sahabat mengejar mimpi-mimpiKita hanya anak-anak rindu dambayang mengemis waktu merenda esokAgar bisa jadi apa dan siapadengan sebakul kisah tradisidengan segenggam cita untuk bertemu esok 2.Aku dan engkau melukis takdirAda yang sudah selesai mengembaraKita masih berkelana menganyam pribadi di mana-manaPerjalanan jadi…







