Kategori: SIMPLY DA FLORES

Serpihan Jejak Musyafir – 45
Mendoakan Para Pejabat Negara

Simply da Flores … Ya, Bunda Ratu Surga BumiEngkau Bunda Kebijaksanaan Ilahiyang sudah tahu dan mengalamibagaimana para pejabat penguasayang bijaksana dan bermasalahdalam memimpin rakyat dan bangsaSejak zamanmu hingga sekarangdi negara dan kerajaandi seluruh dunia ini Ya, BundaTeringat sabda Yesustentang sikap kami kepada para pejabat negara dan kerajaan“Berikanlah kepada Kaisar,apa...

Serpihan Jejak Musyafir – 44
Menulis di Telapakmu Bunda

Simply da Flores … Kepadamu Bunda perawanyang tak ada cela dosakarena dipilih Sang Penciptauntuk lestarikan revolusi cintaAku datang padamu lagimau menuliskan kisah ceritadengan air mata dan tanyakarena memang tak berdaya Bunda,di telapak kakimu aku menulisayat-ayat tanya rindu dambadengan butiran air matakarena letih lelah sengsarakarena percaya sabda semestadi telapakmu ada...

Serpihan Jejak Musyafir – 43
Maklumat Bengawan Solo

Simply da Flores … Seribu mata air dari puncak gunungtitipkan kebeningan sanubariSejuta butir hujan dari langitamanatkan kejernihan hati nuraniRatusan kolam terus menampunglahirkan anak sungai berlariberlomba berkelana meraih bengawanBerziarah mengukir siang malamsampai ke muara dan lautanSilih berganti di Bengawan Solojuga aneka sungai di mana mana Waktu bergerak hari bergantiPerubahan itu...

Serpihan Jejak Musyafir – 42
Hari ini Masih Boleh

Simply da Flores … Syukur…Hari ini tangan angin buka matakuLaluMenarik jemari desah nafaskuuntuk menulis pada lembaran waktu“Aku masih hidupAku masih diberi desah nafasAku bisa melihat wajah matahariAkui bisa dipangku debu tanah” Syukur…Aliran sungai dan gelombang samudramasih merangkul desir darahkuTubuhku masih bergerak berkelanaPikiranku terbang mengembaraLintasi bentangan alam jagat mayasaksikan kisah...

Serpihan Jejak Musyafir – 41
Berguru pada Bunga-bunga

Simply da Flores … Aku suka merawat tanamanaku memelihara bunga-bungakarena suka dan merasa banggapada hijaunya harapan alampada warna-warni kembang maknapada ketulusan nurani kodratiMereka bicara dan menulisdengan bahasa alam rayaMereka merajut dan menaridengan gerakan angin jagatMereka bercerita dan melukisdengan tinta dan cat langitMereka tersenyum dan berdoadalam ritual penuh misteri Aku...

Serpihan Jejak Musyafir – 40
Irama Roda-roda Waktu

Simply da Flores … Dinamika langkah nafas bergulatmengejar putaran roda waktuberlari penuh energi lestariLahirkan jutaan hari-haripada lembar sejarah insaniYang beranak-pinak silih bergantimenciptakan aneka kisah pelangiPada lembaran halaman anginPada catatan buku debu tanahPada tembok langit angkasaPada tirai cahaya terang gelapdengan kata aneka bahasajemari rindu damba manusia Manusia tersenyum dan meratapSetiap...

Serpihan Jejak Musyafir – 39
Ketika Tak Ada Cinta

Simply da Flores … Matahari dan sinar abadiItu adalah cinta tak bertepiKetika tak ada matahariseperti apakah wajah semesta Malam gulita itu cintaNormalnya kita pejamkan matapulihkan letih kalah ragaNamunkarena kebutuhan hidup beranekamalam pun banyak yang kerjaGerak raga keluarkan tenagademi meraih nafkah dan makna Debu tanah itu cintatak pernah lelah merangkul...

Serpihan Jejak Musyafir – 38
Pesona Warna-Warni Cinta

Simply da Flores … Ada banyak definisi cintakarena pengalaman berbeda-bedakarena alasan juga bermacam ragamkarena kepentingan beraneka rupaDancinta pun menjadi warna-warnibagi setiap pribadi insani Anak manusia mengalami cinta dalam roda waktumaka cinta selalu dinamis dan menjadiSetiap pribadi terus bergeraklewati berbeda sekat ruang tempatmaka cinta pun bersemi menjelmadi mana manusia berada...

Serpihan Jejak Musyafir – 37
Bait Sajak Energi Semesta

Simply da Flores … Pergi dan datang ituAnak cucu generasi perubahanSemua adaSemua terjadi Merekaputra-putri kesayangan waktuKitaanak pewaris misteriberziarah dalam hari – hari Semuanya…terus ada dan terjadijawaban dan tanya abadimerasuk setiap pribadi insani Kita semua.Berjuang memberi makna artimenyibak halaman misteripada setiap jejak kakidi bawah belaian mataharientah siang atau malam hari...

Serpihan Jejak Musyafir – 36
Hanya Untuk Sebuah Nama

Simply da Flores … Sudah banyak ayat jiwa kutulismerangkai huruf rindu dan dambamerajut ombak dan gelombang cintaciptakan judul getar sanubari rasaluapkan gelora hasrat kebutuhan ragaSeluruh diri pribadi kepadamuyang membuat aku tak berdayayang melahirkan seribu tanyauntuk dapatkan jawaban penuh maknaMengapa aku terpesona padamuSalahkan bara api dan nyala cintayang menguasai jiwa...

Serpihan Jejak Musyafir – 35
Laskar Para Jawara Zaman

Simply da Flores … Barisan para koruptor tersenyumtangan diborgol berpakaian napibergaya kaca mata hitamBerkata-kata penuh keyakinanmenjawab pertanyaan para wartawanBerlangkah gagah tanpa bebankarena korupsi adalah agamanyayang dihayati penuh imansebagai kebenaran yang menyelamatkandirinya, keluarganya dan para sahabatnya Para maling dan pencuri tertawaEntah saat berpesta dan tertangkapEntah saat menjalankan aksinyaEntah di depan...

Serpihan Jejak Musyafir – 34
Engkau: Satu dalam Segalanya

Simply da Flores … Wahai gadiskuEngkau itu pagi merekahdengan senyum ceria menggodabelai embun di dedaunan hijaupeluk burung terbang bercandaHangatkan raga sanubari dinginPanaskan rasa jiwa yang membekuGerakkan langkah kaki berlariSemangati jemari tangan menariawali hari dengan merajut arti Wahai saudarikuEngkau terik yang jadi energipacu jantungku berdebar pastibakar semangat nafasku memburuAlirkan keringat...

Serpihan Jejak Musyafir – 33
Meruwat Takdir Generasi

Simply da Flores … Kami duduk berduaAku Ibunya dan dia putrikusedang membaca halaman cintaCatatan tanya misteri generasidalam buku kodrat pribadidi pendopo cafe waktu Teguk-teguk kisah ceritamelebur dalam pekatnya kopi pahitmenjalar dalam rasa tak terucapbeberapa jajanan jadi sobat seleraMenyatu dalam ruwatan kasih Langit menyulut apibiaskan pesona warna-warnimelebur dalam jemariabadikan pada...

Serpihan Jejak Musyafir – 31
Merangkai Secercah Cahaya

Simply da Flores … Dari bening mata sang bocahaku diajak menyusuri lorong kisahnyaBerliku, remang, berkelok, gulitatanpa kata bertebaran tandaNamunsulit dikenali dalam remang gulitaNasib seorang gadis belia Pada sebuah sudut lorongada tempat menyapa remangLalumuncul sosok wajah Ibunyamau bersalaman tanpa kataSedangkan gema suara Ayahnyasayup di rahim gulitakarena sekian tahun telah tiada...

Serpihan Jejak Musyafir – 30
Menggugat Rindu Damba Cinta

Simply da Flores … Kata-kata hati bergelora ke pantaiSudah kutulis ayat rindu dambapada setiap halaman buih ombakagar raih pelataran jiwadan sampaikan syair cintaNamunengkau diam seperti pasirEntahAku pun tak mengerti Kutanya pada gelora samudratentang rasa dan dambatentang cita dan cintatentang fakta dan rahasiaMengapa tanya merasuk jiwaDimana kutemukan jawabannya Pasir dan...