Serpihan Jejak Musyafir – 33
Meruwat Takdir Generasi

Simply da Flores

Kami duduk berdua
Aku Ibunya dan dia putriku
sedang membaca halaman cinta
Catatan tanya misteri generasi
dalam buku kodrat pribadi
di pendopo cafe waktu

Teguk-teguk kisah cerita
melebur dalam pekatnya kopi pahit
menjalar dalam rasa tak terucap
beberapa jajanan jadi sobat selera
Menyatu dalam ruwatan kasih

Langit menyulut api
biaskan pesona warna-warni
melebur dalam jemari
abadikan pada layar maya sukma
Pesan sabda alam semesta
jawaban tanya damba jiwa
sibak arti takdir generasi

“Aku dan putriku adalah perempuan
Rahim bagi generasi
sedang menenun syair kasih
dan merajut cerita cinta”