Simply da Flores … 1.“Hai kau manusia, sekarang aku tanyakan padamumengapa engkau acuh dan sombong padakuPadahal setiap saat aku bersamamuAku mendukung alat pernafasanmusehingga engkau mampu lakukan berbagai halHidupmu berjalan karena akuMengapa untuk menyapa pun jarangapalagi kau berterima kasih padaku?”Aku kaget dan terdiamseperti disambar petir siang bolongKetika angin menghentak aku dengan untaian kalimat ituTernyata udara yang…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Secercah Sajak Semesta – 53
Secercah Sajak Semesta – 52
Berhembus Syair Malam
Simply da Flores … Berhembus angin di nafas waktuAku tak sadari siapa akumeskipun kaki angan masih berlarimengejar rindu yang tak bertepiPada hamparan belantara faktaharapkan jawaban dari seribu tanyayang selalu menemani jiwa ragaselama berkelana berziarah di dunia Malam…Engkau pasti datang kembalisetelah sehari aku menaridalam irama rutinitas pribadiTetapisering hal tak terduga terjadiAku pun tak selalu mengertiapa makna…
Secercah Sajak Semesta – 51
Konklaf: Antara Film dan Fakta Iman
Simply da Flores … 1.Tahun 2024 film Conclave ditayangkanSang Penulis Skenario menggores gagasanSang Produser dan Sutradara mengukir peranPara pemain dan awak melukis gayaMereka mau sampaikan pesan maknaberdasarkan fakta kejadian tradisi Conclavedalam sebuah karya senitentang sejarah tradisi iman KatolikAntara upaya insani menjawab misteri IlahiAntara kreasi seniman dan ungkapan prinsip imanAntara tradisi organisasi dan dinamika damba zamanAntara…
Secercah Sajak Semesta – 50
Ketika Wajah Kemaluan Hilang
Simply da Flores … 1.Banjir tsunami informasi digitalhempaskan ombak gelombang di jiwa ragaMenyerbu setiap pribadi siang malamtak peduli umur dan suku bangsaapalagi jabatan dan agamanyaKisah cerita yang ditabuhkan moral etika budaya dan agamakini jadi sarana hiburan dan bisnisdalam bentuk gambar, film dan komunikasi onlineAlat kelamin dan ragam perilaku seksual dipamerkan dan diperdagangkanSemua gampang diakses di…
Secercah Sajak Semesta – 49
Masih Ingatkah Siapa Ibu-ku?
Simply da Flores … 1.Orang-orang bisa iri dengkilalu mampu bermusuhan dan kelahiBahkan bisa membunuh dan kobarkan perangsambil tertawa terbahak melihat korbankarena gengsinya terpuaskan dan bisnis senjata menguntungkanPerang masih berkobar di mana-manaPabrik senjata terus dikembangkan“Siapa ingin damai, siapkan perang”Pernahkah mereka terlahir dan menyusu dari Ibunya?Apakah mereka dikandung dalam perangdan dibesarkan dengan peluru dan senjata tajamolah sang…
Secercah Sajak Semesta – 48
Samudra Pribadi Manusia
Simply da Flores Raga itumungkin hamparan pasir pantaiEmosi itumungkin hempasan ombak gelombangPikiran itumungkin arus di lautan luasHati nurani itumungkin asinnya air lautJiwa sanubari itumungkin isi samudra yang kaya dan misteriPribadiku, dirimu dan kita manusiamungkin seperti samudra Wajah manusia menyimpan berjuta pesonaMulai pagi hingga malam haridari Senin hingga bertemu Senin kembaliWajah kita pancarkan ombak gelombang yang…
Secercah Sajak Semesta – 47
Senandung Nafas Melodi Pagi
Simply da Flores Burung-burung bernyanyi merdudiiringi melodi embun memeluk dedaunandihiasi gemulai tarian sepoi anginMembelai kabut dan gerimisyang menutupi senyum mentari pagiPanorama hijau di pelataran taman proklamasi jiwa Masih terlihat jejak-jejak mimpiperlahan tinggalkan lagu langkah kakiYang terus aku dengarkan syahdudari relung desah nafasdan desir darah detak jantungWaktu tak tertahan berpacu melajumengubah segalanya jadi baruTidur dan mimpi…







