Simply da Flores … Di bawah kolong langit iniaku, engkau, dia, merekaKita semua terlahir dan adaKita semua sama harkatKita semua sama martabatTetapi …berbeda kapasitas pribadiberbeda pengalaman sehari-hariEntah kenapa dan mengapa? Di bawah kolong langit iniKita diwarisi aneka tradisiKita dibekali beragam kata bahasaKita dititip berbagai angkaKita dimaterai cinta dan citaLalu,kita memaknai pengalaman dengan bahasaKita hidup dengan…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Secercah Sajak Semesta – 115
Secercah Sajak Semesta – 114
Meraih Sosok Wajah Diam
Simply da Flores 1.Semua adatermasuk yang tiadatermasuk yang tak mampu diketahuitermasuk yang disebut misteriAku diamtetapi bergerak dalam diam Pada mulanya diam dan SabdaSabda itu bergerak penuh dayamaka segalanya ada dan tiadaterus bergerak dan terjadiEnergi abadi tak bertepitak ada diam tetapi misteri lestari 2.Aku mencatat kata anginyang berkelana dalam ruang semestayang berziarah dalam jiwa ragaTak ada…
Secercah Sajak Semesta – 113
Kepak Sayap-sayap Terluka
Simply da Flores 1.Aku, engkau, kitaadalah anak generasi luka manusiaTerlahir dengan warisan lukaBernafas juga dalam lukaMengembara kelana dengan lukaBerbekal kata dan angkadalam sebongkah tanya di telapakKita diajarkan merawat jiwa ragadengan aneka tradisi bijaksanadengan ajaran tentang dosa, neraka dan surgakarena kehidupan ini berhargaanugerah dari Sang Maha Cintamaka tak boleh menyadari luka jiwa ragadan menggugat luka manusia…
Secercah Sajak Semesta – 112
Samudra Gambar dan Kata-kata
Simply da Flores 1.Saat arus lautan lelah dan rehatpara nelayan tebarkan pukatyakin bisa mendapatkan hasratmenjaring ombak gelombang yang penatZaman dihasilkan kreasi pikirandalam dinamika dan perubahanyakin itulah sosok jawabandan solusi dari semua persoalanKarena tantangan terus berdatangandan kebutuhan ganas mencakar wajah kehidupan 2.Zaman milenial mungkin seperti samudragelombang gambar terus bergeloraombak kata-kata berkobar melandaporak porandakan pantai jiwa ragaMungkin…
Secercah Sajak Semesta – 111
Kobar Api Syair Perang
Simply da Flores 1.Hai, para Penulis Syair Perang!Apakah orangtua kalian pembunuhdan disusui Ibumu dengan senjata?Sepertinya nafasmu menghirup bara dendam kesumatSepertinya darahmu kobar api pembunuhandan makananmu peluru dan roketMinumanmu racun penghancur sesama dan alamBenarkah demikian? 2.Hai, para Pelukis Sosok Perang!Wajahmu garang tersenyum sinispada ujung kuas melukis mautTubuhmu berlumur darah merah hitamJemarimu bangga merobek tubuh korbanjadikan warna…
Secercah Sajak Semesta – 110
Memotret Sosok Langit
Simply da Flores 1.Ketika Langit Bicara Gemuruh guntur angkasa menderumenjawab iri dengki dendam galauEntah apa alasan yang memburubersemi emosi geram membiru Sering suara petir menghardikkeserakahan selera ganas mencekikrintihan lara nestapa orang kecilKarena segelintir sosok egois tengil Dalam guyuran air mata angkasalangit kehabisan suara dan katatumpahkan semua amanat dan mantraagar manusia sadari jiwa raga 2.Ketika Langit…
Secercah Sajak Semesta – 109
Putihnya Ayat-ayat Susu Ibu
Simply da Flores Desah nafas menulis kisah ceritatentang putihnya ayat-ayat susudalam merahnya irama desir darahsetiap putra-putri pewaris kehidupanYang diamanatkan mantra suci kelahiran“Syair kasihdari air mata cinta IbuBait cinta dari senyum tawa IbuSajak doa abadi setiap IbuPanggilan semesta harkat IbuFakta dan misteri martabat Ibu” Putihnya ayat-ayat susu IbuAdalah lembaran perjuangan tak bertepiAdalah alat tulis jemari IlahiAdalah…







