1.Merah darah berkibar siang malamdari puluhan, ratusan dan ribuan orangGara-gara membela periuk nasinyaGara-gara memperjuangkan nasib keluarganyaGara-gara mempertahankan tanah leluhurnyaGara-gara bersuara anti korupsiGara-gara menggugat keserakahan dan kejahatan negara terhadap manusia dan lingkunganAkhirnya jadi korban dan tumbalMungkin hanya awan dan langit yang peduliLalu jadi hujan banjir air mataturun untuk membasuh merah darah anak-anak bangsaMengantarnya ke debu tanah…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Jejak Kelana Nafas-79
Jejak Kelana Nafas-78
Bocah Angin-545
Merawat Selaras Harmoni
1.Ritual Mudik Aku harus pulang mudikTak peduli harga ongkos transportasiTak peduli harus lelah berkendaraanTak peduli apa yang mampu kubawaTak peduli apa keadaankuTetapi…Aku harus mudik ke kampungbukan karena tradisi tetapi kebutuhanku Desah nafas mengingatkan asalkudi mana ada tumpah darah lahirkuDesir darah memanggil kesadarankupada tali pusar dan ari-aripada orangtua sanak saudarapada para leluhur dan penjasaAku pulang berterima…
Jejak Kelana Nafas-77
Bocah Angin-545
Diam, Hening, Nyepi
1.Tuli dan Bisu Dua telinga ada tetapi tak berfungsiLalu mulut bersuara tanpa artiEntah pikiran tuli dan bisuEntah masih bisa berkomunikasi Tak ada yang memintaterlahir dengan telinga tulitercipta dengan mulut bisuApakah itu takdir semestaAtaukah itu misteri Pencipta 2.Mulut Bicara Satu mulut banyak fungsiselain bisa makan dan minumjuga masuk ke luar udaraBisa juga racun dan serapahTetapi…ada kata-kata…
Jejak Kelana Nafas-76
Bocah Angin-545
Dialog Ziarah Rindu Damba(Nur Iskandar dan Simply da Flores)
1.Litera Tinta ini bak tumpahPena ini tak hendak berhentiBenak beranak-pinakMasing-masing hendak menciak LiteraKertas menumpuk, menggunungMacam-macam takkan tertanggungmeletus renungMenggelayut angandan tangan-tanganmenggapai gapai ke gelombang laut tak bertepiKe ladang luasKe langit berlapis LiteraTariklah tanganku yang menggapai-gapai dalam secarik sajakAmin-aminkan dalam sebait doaTakbir akbar dalam sujud terdalamBunga rampai iqra’ Tarik aku dalam genggaman-MuPeluk aku dalam pelukan-Mu Dalam debar…
Jejak Kelana Nafas-75
Bocah Angin-545
Parade Wajah Demokrasi dan HAM
1.Ada tertulis di lembaran peradabanTentang keadilan antara manusiamungkin itu disebut demokrasidalam sebuah negara berdaulatAda lagi tercatat di jiwa ragatentang harkat martabat sama setiap pribadiMungkin itu disebut Hak Asasi ManusiaNamun…Sejarah terus mencatat pengalamanDemokrasi ada seribu wajahtergantung di mana dan siapa yang bicarabahkan sering jadi tameng penindasanPengalaman mengungkap kisah ceritaHAM hadir berjuta sosok rupanyaentah oleh siapa dan…
Jejak Kelana Nafas-74
Bocah Angin-545
Bertanya Siapakah Aku?
1.Aku dan Pikiranku Dalam hening aku gugat hadirmu‘Wahai tanya, mengapa engkau selalu hampiri pikiranku’Saat ramai juga berkali kuminta‘Jawablah aku, hai, tanyaapa dan siapakah engkau’ Ketika aku terlelap tidurSang tanya datang menjawabmungkin itu hadiah mimpi“Aku tanya tak punya jawabanTanyakan saja pada pikiranmumengapa aku selalu datang” Kepada pikiran kucoba bertanya“Apa dan siapakah tanya itu”Lalu dijawabnya tegas singkat“Engkau…
Jejak Kelana Nafas-73
Bocah Angin-545
Jadi Apa dan Siapa Aku?
1.Garis dan Warna Jari jemari erat memeluk alat tulisTelapak juga berdendang dengan kuasMereka berdendang dan menari di atas kanvas, ubin dan kayuIrama nalar dinamis mengalun berkelanaikuti pesona melodi nurani jiwaTerus berubah dalam ruang dan waktu Ada makna terpatri di panggung ziarahGaris-garis berbakti memberi maknaWarna-warni melukis suka dukaManusia menoreh pengalamannyaRelasi pribadi dengan sesama saudaraIkatan mutlak diri…







