1.Ketika awan berarak menari gemulaikusebut itu pesona putih gaun bidadari langitSaat tabir hitam pekat menutupi langitkuyakin itu jubah kemarahan penjahat angkasaWaktu hujan mengucur deras membasahi mataku dan wajah bumikukatakan pasti angkasa menangis meratapi cakar kejam peradabanBerbeda saat melintasi tingkat angkasamelampaui awan, kabut pekat dan hujan derasApakah mataku salah membaca warna? 2.Cahaya surya berlari lintasi hariGerimis…
Kategori: SIMPLY DA FLORES
Jejak Kelana Nafas-4
Jejak Kelana Nafas-3
Bocah Angin-545
Jika Samudra tak Asin
1.Bocah-bocah telanjang badanbersukaria mengejar ombak pantaiDipeluk mesra jemari pasirdiajak menggali lubang keringkan samudraTetapigelombang sadarkan mimpi merekadengan menyapu halaman khayalannyadan basahi lidah mereka dengan rasa asinnya lautDi sekolah para bocah diajarkan bernyanyi“Nenek moyangku orang pelaut… “Hidup adalah berlayar menerjang ombak gelombang samudra 2.Para Ibu dengan tanah berjuangmembuat tungku dapur menyalamemasak kehidupan keluargaMeramu suka duka dengan kesetiaanmeskipun…
Jejak Kelana Nafas-2
Bocah Angin-545
Membaca Almanak Debu Tanah
1.Aku debu tanahtidak punya kata dan bahasaapalagi memutar balik kata-katauntuk sembunyikan fakta kejadianAku debu tanahtidak punya deretan angkauntuk membuat perhitungan jumlahentah tambah dan kurangentah perkalian dan pembagiantentang harta kekayaan dan jabatanAku debu tanahtidak punya lipstik dan parfumtidak miliki alat kosmetik untuk bersolekAku tidak punya semuanyatetapi semua kepunyaan manusia dari aku 2.Aku debu tanahtelah mencatat pengakuan…
Jejak Kelana Nafas-1
Bocah Angin-545
Memburu Mentari dan Melumpuhkan Cahaya
1.Jarum waktu membekali nafasaku belajar berjalan dengan langkah mimpimembangun tangga awan ke angkasauntuk mendirikan pondok di awanAku berlari dengan kaki imajinasimemasang jerat damba dan jala rinduIngin kutangkap seribu kaki cahaya suryaagar bisa penjarakan mentariBiar sang maha cahaya berhenti bersinar 2.Kesaktian data dan angkasekarang menjelma dalam dataKecanggihan algoritma dalam aneka sarana iptekbisa mengurung laju waktuAgar semesta…
Secercah Cahaya Semesta -90
Bocah Angin-545
Menulis Akhir dan Awal Tahun
1.Deretan pengalaman dalam angka dan kata kalenderterpatri alami dalam catatan debu tanahterekam pasti dalam potret angkasaEntah kita sempat mengingat dalam memoriEntah sempat diabadikan dalam rekaman foto dan videoEntah mampu ditulis dalam catatan dan bukuEntah dikenang dalam sejarahSemua ada dan terjadi dalam ruang dan waktu 2.Pada akhir tahun kalenderberbagai cara dilakukan untuk merayakanAda aneka bentuk pilihan…
Secercah Cahaya Semesta -89
Bocah Angin-545
Menghitung Derap Roda Waktu
1.Detik-detik harapan menikam jejak kakimenusuk seluruh bagian tubuhagar berlari meraih kebutuhanmeskipun tidak semua bisa digapaiMenit-menit jarum menjahit desah nafasseakan bisa menahan derap roda waktuAku tertipu bunyi, kata dan angkaseolah-olah pasti bisa mengurung laju mentariuntuk menulis seluruh isi jagat semestadengan penampilan cahaya misterijadi jutaan halaman buku sabda abadi 2.Jarum jam angka dan kataterus yakin menyekat ruangdalam…
In Memoriam:
Rm. FX Mudji Sutrisno, SJ
Sebagai satu ungkapan terima kasih, dan pamit kepada Romo Mudji, berikut saya goreskan ayat kagum dan syair bangga pada ‘Sketsa Nafas’ beliau Sketsa Ziarah NafasRIP Rm. FX Mudji, SJ Pada mulanya tanya menjelma nafasLangkah bersemi semaikan benihdi hamparan sawah ladangTumbuh abadi bersama ombak gelombangMenyulam rindu di lembaran pasirdicatat angin dengan pena cahayaterbang ke delapan penjuru…







